Upaya Pemulihan Kerusakan, BPDAS Bone Bolango Tanam 5,2 juta Bibit Mangrove

295

Butota.id (Daerah) Provinsi Gorontalo – Kerusakan hutan Mangrove Di Indonesia kini semakin merata ke berbagai wilayah di Nusantara. Berdasarkan survei Kementerian Kehutanan tahun 2006 Luas hutan mangrove Indonesia sekitar 7,7 juta hektar.

Namun dalam survei lanjutan yang digelar tahun 2010 silam, hutan mangrove Indonesia kini tersisa tinggal  sekitar 3 juta hektar. Hilangnya hutan mangrove ini disebabkan oleh konversi menjadi lahan perkebunan, pertambakan, dan areal untuk tinggal manusia.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai-Bone Bolango (BPDAS) mengelar rapat bersama KPH dan LSM lingkungan di Aula DAS Kantor BPDAS Provinsi Gorontalo terkait rencana penanaman 5,2 Juta mangrove dengan luas 1500 hektar (ha) di wilayah Provinsi Gorontalo, Kamis (13/08)

Kepada Butota.id, Kepala BDAS M.Tahir menyampaikan bahwa rencana Penanaman mangrove akan dilakukan secepatnya, hal ini kata Tahir merupakan upaya pemulihan kerusakan hutan mangrove di kawasan pesisir pantai Di Gorontalo.

Rapat bersama antara BPDAS dengan KPH dan LSM Lingkungan, di Aula DAS Kantor BPDAS, Kamis (13/08)

“Hasil rapat yang kita laksanakan tadi Provinsi Gorontalo, awalnya mendapatkan 1200 hektar untuk penanaman mangrove, berdasarkan hasil rapat kita menetapkan gorontalo mendapat 1500 hektar.” Kata M. Tahir.

M. Tahir menambahkan, kerusakan mangrove di wilayah gorontalo sendiri sekitar 3000 hektar luas yang terbagi di beberapa wilayah. Olehnya, menurut M. Tahir penanaman tersebut sangatlah penting dilakukan.

“Mangrove memiliki fungsi untuk menjamin keberlangsungan kehidupan makhluk hidup yang ada di kawasan pesisir, termasuk kehidupan manusia. Ekosistem memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.” Ungkap M.Tahir

Selain itu Dirinya juga menjelaskan, Penanaman 5,2 Juta Mangrove tidak hanya untuk menjaga kelestarian mangrove, tapi tujuannya untuk padat karya dengan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Karena kita tahu saat ini (Masa Pandemi,red) daya beli masyarakat kita sedang jatuh, harapan dengan adanya program padat karya ini bisa meningkatkan daya belinya masyarakat naik lagi dengan adanya mangrove.” Jelas M.Tahir.

Rencananya Penanaman 5 Juta Mangrove akan dilaksanakan pada bulan Agustus ini dengan melibatkan Seluruh Stekholder baik Pemerintah Provinsi, Kabupaten, Kepolisian, TNI maupun Masyarakat.

“BPDAS juga akan membagikan bibit ikan bandeng kepada masyarkat yang ada usaha tambak ikan seputaran wilayah hutan mangrove, seperti yang ada di pohuwato dengan sistim silvofishery,” Tutup M.Tahir.

Di tempat yang sama, Ketua Forum DAS Irwan Bempah Provinsi Gorontalo menjelaskan, Untuk rencana forum DAS akan mendesign skema ini menjadi Skema Perhutanan sosial untuk magrove.

“Skemanya tentu untuk pemberdayaan masyarakat. Karena Presiden bertujuan memperkuat ekonomi bagi masyarakat, maka harus lebih spesifik kepada masyarakat (Padat Karya).” Imbuh Irwan. (b2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here