Robin Bilondatu : Tips Saya Kalahkan Juara, Hanya Dengan Google & Secangkir Es

469
Sumber : Google

Butota.id (Politik) – Kabupaten Gorontalo, Merasa tidak berimbang atas keterangan Persnya yang diberitakan beberapa media online, Robin Bilondatu membantah bahwa mempunyai hubungan keluarga dengan salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gorontalo.

Kepada media Robin mengatakan istrinya adalah perempuan berdarah Manado, sehingga bukan keponakan salah satu pasangan calon yang mengikuti perhelatan Pemilukada.

” Terkait pemberitaan yang saya pikir tidak berimbang saya perlu luruskan, Jadi tidak benar istri saya punya hubungan Family dengan salah satu paslon. Istri saya itu berdarah Menado tidak ada kaitannya dengan isu ponakan salah satu paslon.” Kata Robin.

Robin kemudian menjelaskan statusnya bukanlah tim pemenangan salah satu calon tersebut. Kata Robin, dirinya sudah fokus pada pengawasan pelaksanaan Pemilukada yang bersih, jujur dan bermartabat.

” kemudian soal berafiliasi, saya merasa sudah bukan lagi team pemenang salah satu paslon walaupun disaat Deklarasi itu saya sempat menyatakan sikap. Namun di perjalanan politik teman teman aktivis mengajak saya untuk fokus dan netral saja serta membantu pihak Bawaslu, Panwas dan Gakumdu untuk melakukan pengawasan dengan harapan akan lahir pemimpin yang benar benar bersih jujur dan bermartabat.” Jelas Robin.

Robin Bilondatu

Selain itu, terkait dengan rumahnya yang digembok sebagaimana diributkan dimedia – media, Robin mengungkapkan saat itu dirinya bersama keluarga sedang berada di Limboto. Sehingga isu yang mengatakan dirinya menghilang pun diklarifikasi dengan kedatangannya di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gorontalo esok harinya.

” Terkait pemberitaan rumah di gembok itu juga saya luruskan bahwa saya saat itu belum berada di tempat, (Karena,red) keluarga juga berada di Limboto sehingganya rumah saya dalam keadaan kosong. Terbukti undangan KPU ke dua belum sampai ke tangan saya, saya sudah brangkat sendiri menuju ke KPU jam 10 dan di mintai klarifikasi tepat jam 13 wita.” Ungkap Robin.

Robin menambahkan, terkait tambahan data untuk melengkapi laporannya pun dibenarkan bahwa dirinya menelusuri jejak digital atas pemberitaan media massa. Kata Robin, jejak digital tidak bisa berbohong terkait pemberitaan mengenai poin-poin dalam laporannya itu.

” Kemudian terkait data, sebagian saya dapat di pencarian google. Memeng benar Keterangan saya saat ditanya media saat itu, bahwa kasus hand sanitizer itu (Saat itu,red) saya tidak punya data maka saya melakukan pencarian di Goggle untuk media online yang pernah memberitakan lounching hand sanitizer. Dan Alhamdulillah saya menemukan, yang kemudian saya lampirkan dalam laporan.” Tambah Robin.

Terakhir, Robin mengatakan bahwa sebagai rakyat tentu dirinya mempunyai ruang untuk melaporkan apabila terjadi pelanggaran pemilu. Bahkan Robin siap jika ada pihak yang mempersalahkan laporannya tersebut.

”  Saya sebagai rakyat yang di beri ruang oleh undang undang untuk melaporkan jika ada pelanggaran pemilu dan tentunya saya punya hak menggunakan ruang itu. Jika ada pihak yang mempersalahkan saya, maka silahkan lakukan upaya upaya hukum untuk membuktikan bahwa laporan saya ke bawaslu itu keliru. Terahir dunia makin maju dan modern tekhnologi semakin berkembang, maka (Sebenarnya,red) tips Saya Mengalahkan sang juara cukup hanya dengan Goggle dan di temani secangkir es.” Pungkas Robin. (FN4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here