Meta kembali membuka lowongan kerja yang menarik, dan tawaran gaji yang sangat menggiurkan menjadi salah satu daya tarik utama. Perusahaan yang dikenal sebagai pelopor teknologi ini sedang mencari talenta terbaik untuk berinovasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) dan membangun tim yang fokus pada kecerdasan umum buatan (AGI). Langkah ini diambil oleh Mark Zuckerberg, CEO Meta, yang berambisi menciptakan teknologi yang dapat menyamai atau melampaui kemampuan manusia.
Menurut laporan dari Bloomberg News, Zuckerberg tengah menarik ahli AI yang berpengalaman, terlebih setelah investasi yang signifikan lebih dari 10 miliar dolar AS di Scale AI. Hal ini berkaitan dengan impian untuk memajukan sistem AI yang telah ada, terutama setelah Zuckerberg merasa frustrasi dengan performa model-model bahasa besar terbaru seperti Llama yang dikeluarkan oleh Meta. Sebagai cara untuk menarik perhatian para profesional di bidang ini, Meta tidak ragu untuk menawarkan gaji yang tinggi.
Gaji yang ditawarkan di Meta bervariasi tergantung pada posisi, pengalaman, dan lokasi. Rata-rata gaji yang diperoleh karyawan di Meta mencapai sekitar 379.000 dolar AS atau setara dengan Rp6,1 miliar per tahun. Namun, gaji untuk posisi entry-level bisa mulai dari sekitar 40.000 dolar AS, sementara posisi senior dapat memperoleh lebih dari 900.000 dolar AS atau sekitar Rp14,6 miliar. Tawaran gaji ini menunjukkan seberapa besar perhatian Meta terhadap pengembangan sistem AI yang berkualitas tinggi.
Dari konteks angka tersebut, terlihat bahwa gaji karyawan di Meta bisa melebihi gaji para pemimpin negara. Sebagai perbandingan, gaji Presiden Amerika Serikat mencapai Rp6,2 miliar per bulan, sedangkan gaji Presiden Korea Selatan adalah sebesar Rp2,5 miliar per bulan. Untuk Indonesia, gaji Presiden hanya berkisar di angka Rp30.240.000 per bulan. Komparasi ini jelas menunjukkan kedudukan Meta dalam industri teknologi global.
Pendapatan Meta sendiri menunjukkan tren pertumbuhan yang menjanjikan. Pada kuartal IV tahun 2024, Meta melaporkan pendapatan sebesar 48,39 miliar dolar AS, yang meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya. Laba bersih perusahaan juga mengalami lonjakan, mencapai 20,83 miliar dolar AS, meningkat 49% dari tahun sebelumnya. Keberhasilan ini didukung oleh pendapatan dari iklan yang terus naik, dengan total pendapatan iklan yang diraih sepanjang tahun mencapai 160,63 miliar dolar AS.
Zuckerberg mengungkapkan kepuasannya mengenai pencapaian yang diraih Meta, terutama dalam pengembangan AI dan inovasi di bidang media sosial. “Kami terus membuat kemajuan besar dalam pengembangan AI, kacamata pintar, dan masa depan media sosial,” katanya dalam rilis laporan keuangan. Proyeksi untuk kuartal I-2025 pun menunjukkan bahwa pendapatan Meta bisa berada di kisaran 39,5 hingga 41,8 miliar dolar AS, mencerminkan pertumbuhan tahunan yang positif.
Strategi Meta untuk meningkatkan anggaran pengeluaran dalam pengembangan AI menjadi aspek penting dalam perencanaan keuangannya. Diharapkan, hingga 2025, anggaran tahunan akan mencapai 114-119 miliar dolar AS, dengan fokus pada peningkatan infrastruktur dan kompensasi karyawan, terutama di bidang AI dan untuk kepatuhan regulasi.
Dengan berbagai langkah yang diambil, Meta menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berinvestasi pada inovasi produk dan layanan, tetapi juga dalam sumber daya manusia yang berkualitas. Lowongan kerja yang dibuka saat ini menawarkan kesempatan emas bagi para profesional di bidang AI untuk bergabung dengan perusahaan yang tengah bertransformasi menuju masa depan teknologi yang lebih canggih dan berkelanjutan. Dengan pemikiran yang jelas dan ambisi yang kuat dari manajemen, Meta berada dalam posisi untuk mengambil langkah besar dalam dunia kecerdasan buatan.





