PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) telah mencatatkan portofolio pembiayaan baru yang signifikan di wilayah Indonesia Timur, dengan total mencapai Rp1,8 triliun hingga Mei 2025. Angka ini menunjukkan kontribusi sekitar 13% dari total pembiayaan perusahaan yang mencapai Rp6,5 triliun, di mana setengahnya berasal dari luar Pulau Jawa. Hal tersebut diungkapkan oleh Sylvanus Gani, Chief of Financial Officer Adira Finance, dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada 19 Juni 2025.
Pertumbuhan pembiayaan di luar Pulau Jawa mencerminkan strategi perusahaan dalam mendiversifikasi portofolio dan menangkap potensial pasar yang lebih luas, terutama di daerah-daerah yang masih berkembang. Gani menjelaskan bahwa pembiayaan yang dikelola Adira Finance saat ini menunjukkan keseimbangan antara wilayah Jawa dan luar Jawa, dengan fokus yang lebih besar pada daerah-daerah di Indonesia Timur.
Tren Pembiayaan di Indonesia Timur
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa meskipun Pulau Jawa masih menjadi pusat dominasi pembiayaan multifinance dengan kontribusi sebesar 55,12% dari total pembiayaan nasional, pertumbuhan yang paling pesat justru terlihat di Indonesia Timur. Khususnya, pembiayaan di Provinsi Papua Selatan mengalami lonjakan fantastis, tumbuh sebesar 86,39% year on year (YoY) di bulan April 2025. Ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan nasional yang hanya mencapai 3,67% YoY.
Pengamatan tersebut menunjukkan bahwa wilayah Indonesia Timur menyimpan potensi besar yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Gani menegaskan, "Potensi pasar di kawasan Indonesia Timur, khususnya di wilayah berkembang seperti Papua Selatan, masih sangat besar. Hal ini dikarenakan wilayah tersebut belum tergarap secara optimal."
Merger Strategis dengan PT Mandala Multifinance Tbk.
Adira Finance juga baru-baru ini mengumumkan rencana merger dengan PT Mandala Multifinance Tbk. (MFIN), yang diyakini akan memperkuat posisi pasar perusahaan di industri pembiayaan otomotif, terutama di Indonesia Timur. Agusrman, Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, menyatakan bahwa merger ini sejalan dengan semangat penguatan dan konsolidasi industri perusahaan pembiayaan di Indonesia. Saat ini, permohonan rencana merger tersebut senantiasa dalam proses analisis oleh pihak terkait untuk memastikan pemenuhan ketentuan perundang-undangan.
Proses penggabungan ini ditujukan untuk meningkatkan akses pembiayaan bagi masyarakat di seluruh Indonesia. Diharapkan, langkah ini tidak hanya akan memberikan keuntungan bagi kedua perusahaan, tetapi juga membantu pemerataan layanan keuangan di seluruh tanah air.
Industri Pembiayaan di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Berdasarkan data OJK, total penyaluran pembiayaan hingga bulan April 2025 tercatat mencapai Rp530,74 triliun. Hal ini menandakan adanya peluang besar dalam sektor pembiayaan, meskipun tantangan di lapangan masih ada, termasuk persaingan yang semakin ketat dan perkembangan teknologi yang mempengaruhi preferensi konsumen.
Sementara Pulau Jawa tetap menjadi lokasi paling dominan dalam hal penyaluran pembiayaan, potensi besar di luar pulau ini, terutama di sektor yang masih dalam tahap pertumbuhan, perlu digarap secara lebih strategis oleh pelaku industri. Dengan banyaknya daerah yang belum terjangkau, kehadiran perusahaan seperti Adira Finance menjadi sangat penting untuk mengoptimalkan kesempatan ini.
Dengan perilaku konsumen yang berubah dan kebutuhan yang berkembang, sektor pembiayaan di Indonesia, khususnya di bagian timur, diharapkan dapat lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pasar. Keputusan Adira Finance untuk memperluas dan mengoptimalkan potensi pembiayaan di Indonesia Timur merupakan langkah yang sejalan dengan perkembangan industri dan akan berkontribusi positif bagi perekonomian lokal.





