Menko Zulhas Targetkan Penerima MBG Capai 80 Juta Orang pada Juni 2026
Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan mematok target penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai 80 juta orang pada Juni 2026. Saat ini, program MBG sudah menjangkau hampir 60 juta orang di berbagai daerah di Indonesia.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, percepatan perluasan jumlah penerima menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program ini. "Insya Allah nanti bulan Juni sudah bisa 80 juta penerima manfaat," ujarnya saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalikajar 001 di Kabupaten Wonosobo, Sabtu 10 Januari 2026.
Pelaksanaan Program MBG dan Standar Pengelolaan SPPG
Zulhas mengapresiasi pengelolaan SPPG yang telah berjalan dengan baik dan sesuai standar kebersihan serta higienitas. Penataan ruang, teknik pengolahan, dan penyimpanan pangan di lokasi tersebut sudah memenuhi syarat mutlak demi menjaga mutu gizi makanan.
Ia menekankan pentingnya aspek kebersihan dan tata kelola di SPPG karena layanan ditujukan khusus bagi ibu hamil, balita, dan anak-anak yang sangat rentan terhadap masalah gizi. "Ini penting karena melayani ibu hamil, balita, dan anak-anak kita," jelas Zulhas.
Peran SPPG dalam Penggerak Ekonomi Desa
Tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemenuhan gizi masyarakat, Zulhas menegaskan bahwa SPPG juga diharapkan bisa menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. Dengan dukungan SPPG, diharapkan tercipta peluang usaha dan lapangan kerja bagi warga setempat.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan program sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi lokal agar manfaatnya lebih luas dan berkelanjutan.
Data Penerima Manfaat dan Capaian Program MBG hingga Kini
Berikut adalah gambaran capaian program MBG hingga awal 2026:
- Penerima manfaat saat ini: sekitar 60 juta orang
- Target penerima manfaat Juni 2026: 80 juta orang
- Wilayah cakupan: berbagai daerah di seluruh Indonesia
- Sasaran utama: ibu hamil, balita, dan anak-anak
Program MBG menjadi upaya strategis pemerintah menangani masalah gizi buruk yang masih dihadapi sebagian masyarakat. Dengan menjamin asupan gizi, diharapkan tingkat stunting dan malnutrisi dapat menurun secara signifikan.
Kendala dan Penyesuaian Operasional Program
Selama pelaksanaan, pemerintah juga menghadapi kendala teknis, seperti masalah lokasi dapur MBG yang harus direlokasi karena berdekatan dengan kandang babi di Sragen. Relokasi ini dilakukan agar standar higienitas tetap terjaga tanpa mengurangi kualitas layanan.
Langkah penyesuaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memastikan program berjalan optimal dan aman bagi penerima manfaat.
Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan terus memantau perkembangan pelaksanaan MBG guna memastikan target jumlah penerima dan kualitas layanan dapat terpenuhi sesuai rencana. Program MBG diharapkan akan semakin memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak dan ibu di seluruh Indonesia hingga 2026 mendatang.
