Xiaomi kembali membuat gebrakan di dunia fotografi smartphone lewat peluncuran Xiaomi 17 Ultra Leica Edition. Perangkat ini menghadirkan fitur unik yaitu Mechanical Zoom Ring yang meniru pengalaman kamera profesional. Fitur ini bukan hanya sekadar gimmick, tetapi menawarkan kontrol fisik langsung di kamera smartphone.
Mechanical Zoom Ring merupakan cincin logam yang mengelilingi modul kamera belakang Xiaomi 17 Ultra Leica Edition. Dengan desain yang terinspirasi dari Leica M rangefinder klasik, cincin ini memungkinkan pengguna mengatur zoom, fokus, eksposur, dan white balance secara mekanis. Berbeda dengan zoom digital atau slider di layar sentuh, cincin ini memberikan umpan balik sentuhan yang nyata dan responsif.
Fungsi cincin ini sangat beragam dan fleksibel. Pengguna bisa mengubah panjang fokus mulai dari 23mm hingga 75mm hanya dengan memutar ring. Selain itu, cincin ini juga dapat digunakan untuk mengatur compensasi eksposur (EV), fokus manual, white balance, dan berganti mode kamera seperti Pro, Night, atau Portrait. Semua pengaturan dilakukan tanpa harus menyentuh layar, sehingga proses memotret menjadi cepat dan intuitif.
Teknologi di balik Mechanical Zoom Ring memadukan sistem mekanik presisi tinggi dan sensor digital yang sangat sensitif. Menurut laporan Gizchina, Xiaomi menggunakan encoder optik mikro yang mampu mendeteksi putaran ring dengan resolusi sub-milimeter. Data putaran tersebut dikonversi menjadi sinyal digital yang langsung diterjemahkan ke dalam perubahan parameter kamera secara real-time tanpa lag.
Pengguna juga bisa mengkustomisasi fungsi cincin melalui aplikasi kamera bawaan. Misalnya, fotografer potret dapat mengatur cincin untuk fokus manual, jurnalis untuk zoom cepat, dan videografer untuk kontrol eksposur saat merekam video. Ini memberikan fleksibilitas kreativitas sekaligus meningkatkan efektivitas di berbagai situasi pemotretan.
Dari sisi pengalaman pengguna, Mechanical Zoom Ring menawarkan sensasi yang lebih “manusiawi” ketimbang kontrol kamera yang sepenuhnya digital. Kehadiran tombol fisik ini memberikan kesan sentuhan langsung yang hilang di era layar sentuh penuh. Bagi fotografer konvensional, fitur ini membangun keterhubungan emosional dengan alat, seolah sedang menggunakan kamera profesional.
Desain cincin juga memperkuat kesan premium Leica Edition. Varian warna hitam dan off-white serta detail presisi pada logam menunjukkan kombinasi estetika dan fungsi. Kehadiran fitur ini bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari filosofi agar pengguna bisa berdialog langsung dengan perangkat foto pionir.
Mechanical Zoom Ring tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan sistem optik hasil kolaborasi Xiaomi dan Leica. Lensa Summicron berkualitas tinggi, kalibrasi warna Leica Natural dan Leica Vibrant, serta algoritma pengolahan gambar berbasis Leica Look menjadi fondasi kualitas citra yang superior. Ini memungkinkan hasil foto dengan warna dan detail dramatis yang khas Leica.
Harga Xiaomi 17 Ultra Leica Edition berada di segmen premium dengan opsi penyimpanan 16GB RAM + 512GB seharga sekitar Rp19 juta dan 16GB RAM + 1TB sekitar Rp21 juta. Peluncuran resmi dimulai di Tiongkok pada 27 Desember 2025. Meski harga tinggi, perangkat ini menawarkan nilai unik berupa kenyamanan dan kreativitas fotografi yang sulit ditandingi pesaing lain.
Beberapa tantangan tetap dihadapi fitur mekanis ini, seperti daya tahan terhadap debu dan air serta jigging mekanis jangka panjang. Selain itu, ada pertanyaan apakah fitur ini akan tersedia untuk pasar internasional dan apakah dapat diterima oleh pengguna umum yang習惯 dengan kontrol layar sentuh. Namun, Xiaomi mengambil risiko inovatif untuk membangun legacy fotografi smartphone yang lebih humanistik.
Dengan Mechanical Zoom Ring, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menggantikan intuisi manusia. Sebaliknya, fitur ini memperkuat tangan, mata, dan kreativitas pengguna agar tetap menjadi pusat keputusan artistik. Inovasi ini membuka kemungkinan baru bagi para fotografer dan pencinta visual yang ingin merasakan pengalaman memotret seperti menggunakan kamera profesional di dalam genggaman.
