Samsung Prioritaskan Exynos, Kurangi Penggunaan Snapdragon di Smartphone Galaxy

Samsung fokus untuk memperkuat posisi Exynos sebagai chip utama di lini Galaxy. Langkah ini bertujuan mengurangi dominasi prosesor Snapdragon dari Qualcomm yang selama ini mendominasi perangkat flagship Samsung.

Analisis dari pakar industri menyebutkan bahwa investasi Samsung di pengembangan CPU dan GPU internal tidak lagi sekadar untuk pelengkap. Perusahaan asal Korea Selatan ini ingin menjadikan Exynos sebagai tulang punggung utama, seiring biaya lisensi chip dari Qualcomm yang terus meningkat.

Tonggak Baru Exynos 2600

Exynos 2600 menjadi pusat perhatian karena diproduksi dengan teknologi GAA 2nm. Inovasi ini diklaim menawarkan lonjakan efisiensi dan performa, sesuai dengan lini Galaxy S26 yang akan datang. Salah satu fitur menonjol yaitu penggunaan GPU Xclipse 960 berbasis arsitektur AMD. Performa grafis dan efisiensi energi disebut meningkat signifikan, menjadikan Exynos 2600 kompetitif untuk berbagai kebutuhan.

Peningkatan lain terlihat pada teknologi ray tracing, pengolahan saraf untuk pengalaman gaming, serta optimalisasi termal. Produksi chip yang sempat menghadapi tantangan kini dioptimalkan untuk skala manufaktur lebih besar. Elemen-elemen ini, menurut pengamat, membuktikan keseriusan Samsung untuk memimpin inovasi di pasar chip mobile.

Komposisi Chip pada Lini Galaxy

Dalam perjalanannya, Galaxy S26 masih didominasi oleh Snapdragon 8 Elite Gen 5. Rinciannya:

  1. Sekitar 75% memakai Snapdragon.
  2. Hanya sebagian kecil menggunakan Exynos 2600 dengan sebaran wilayah tertentu.
  3. Model Ultra konsisten memakai Qualcomm secara global.

Pola pembagian ini mencerminkan perjanjian bisnis, namun sekaligus menandai masa transisi secara bertahap menuju dominasi Exynos.

Strategi Jangka Panjang dan Kemandirian

Samsung menargetkan semakin mandiri dalam pengembangan cip, memperkecil ketergantungan pada pihak ketiga seperti Qualcomm. Analis Samir Khazaka menekankan, investasi besar pada desain CPU dan GPU hanya masuk akal bila Exynos jadi pilihan utama. Samsung sudah menyiapkan Exynos 2800, yang kemungkinan mengusung arsitektur penuh buatan sendiri. Dengan strategi ini, perusahaan berharap memperluas penggunaan chip internal untuk model seperti Galaxy S27 dan seterusnya.

Manfaat dan Tantangan

Menjadi produsen chip internal, Samsung mengontrol lebih besar performa serta biaya. Penggunaan proses GAA 2nm memberi keunggulan efisiensi dan kinerja, menurut sumber dari Mixvale. Kemandirian ini juga membantu Samsung menghindari fluktuasi harga dari Qualcomm, sekaligus memperkuat daya saing di ekosistem Android. Meski demikian, tantangan produksi pada awal proses tetap membutuhkan penyempurnaan agar skala adopsi lebih luas di masa depan.

Dampak Bagi Pasar dan Konsumen

Peningkatan adopsi Exynos di lini premium Samsung membawa dampak besar pada pasar. Pendekatan ini mampu menyeimbangkan ekosistem, mengurangi monopoli pemasok tunggal, dan menawarkan lebih banyak pilihan performa bagi konsumen. Dengan terobosan di sektor semikonduktor, Samsung mempertegas tekadnya untuk berkompetisi secara global, terutama di kelas flagship Android.

Berita Terkait

Back to top button