Miliaran ponsel Android di seluruh dunia menghadapi risiko tinggi diserang hacker karena masih menggunakan sistem operasi lawas. Data terbaru dari StatCounter memperlihatkan hampir 35 persen pengguna Android global pada November 2025 masih memakai Android versi 13 ke bawah yang sudah tidak menerima pembaruan keamanan rutin dari Google.
Secara rinci, 14,99 persen perangkat berjalan di Android 13, 10,88 persen di Android 12, dan 8,98 persen menggunakan Android 11. Artinya, hampir 1,35 miliar perangkat dari total sekitar 3,9 miliar pengguna Android berpotensi rentan terhadap serangan siber. Perangkat-perangkat ini tidak mendapatkan patch keamanan yang vital untuk menutup celah-celah keamanan.
Risiko Keamanan dari OS Android Lawas
Kegagalan mendapatkan pembaruan menjadikan HP tersebut rentan malware dan pencurian data. Zimperium, perusahaan keamanan siber, mengungkapkan lebih dari 50 persen perangkat mobile menjalankan sistem operasi usang dan banyak sudah terinfeksi malware. Pembaruan keamanan sering memperbaiki ratusan kerentanan sekaligus, contohnya pada Desember 2025, patch menutup 107 celah keamanan.
Jika perangkat Anda tidak menerima update, seluruh celah ini tetap terbuka. Hal ini dapat memungkinkan pencurian data pengguna termasuk kata sandi dan informasi finansial. Dalam era digital seperti sekarang, keamanan perangkat menjadi sangat krusial untuk melindungi data pribadi.
Mengapa Android Lebih Rentan Dibanding iPhone?
Fragmentasi Android menjadi masalah utama dalam pembaruan keamanan. Berbeda dengan iPhone yang dikembangkan dan dikendalikan oleh Apple sebagai satu entitas, Android melibatkan ratusan pabrikan dengan kebijakan update berbeda. Sekitar 90 persen iPhone aktif masih dapat menerima update software langsung dari Apple dengan periode dukungan rata-rata 5-6 tahun.
Sebaliknya, ponsel Android biasanya hanya mendapatkan dukungan selama 2-3 generasi OS sebelum pabrikan menghentikan pembaruan. Fragmentasi ini makin diperparah oleh keterlibatan berbagai mitra chipset dan operator seluler. Google sudah berupaya dengan mewajibkan verifikasi pengembang, tapi masalah utama tetap pada kebijakan update dari tiap pabrikan.
Cara Cek Versi OS dan Langkah Keamanan yang Disarankan
Pengguna perlu memeriksa versi Android yang dipakai lewat menu Settings > About Phone > Software Information. Jika perangkat menggunakan Android 13 atau sebelumnya dan sudah tidak mendapat update, pengguna harus waspada. Berikut beberapa langkah yang disarankan:
- Pastikan perangkat Anda masih menerima pembaruan keamanan secara rutin.
- Hindari mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi untuk meminimalisir risiko malware.
- Pertimbangkan mengganti ponsel lama dengan model yang masih mendapat dukungan update dari pabrikan.
Jika perangkat masih kompatibel, lakukan update sistem operasi dan patch keamanan segera. Namun jika sudah tidak ada dukungan resmi, mengganti perangkat adalah pilihan terbaik demi keamanan data pribadi.
Tantangan Ekosistem Android ke Depan
Masalah miliaran perangkat Android yang rentan ini menunjukkan tantangan besar akibat fragmentasi dan siklus pembaruan OS yang pendek. Tekanan dari konsumen dan regulasi mungkin akan memaksa pabrikan meningkatkan periode dukungan pembaruan keamanan. Dengan ini, diharapkan lingkungan digital menjadi lebih aman bagi seluruh pengguna Android di masa depan.
Pengguna Android harus proaktif menjaga keamanan perangkatnya dengan mengikuti update dan memilih ponsel yang mendapat dukungan jangka panjang. Jangan abaikan risiko keamanan yang mengintai perangkat lama untuk menghindari potensi pencurian data berharga yang dapat merugikan.





