Istri Komika Terkenal Marah, Anak Jadi Korban Bully Akibat Konten Viral Mens Rea

Istri Pandji Pragiwaksono, Gamila Arief, menunjukkan kemarahannya setelah anak pertamanya, Wadilla Dipo Wongsoyudo, menjadi korban perundungan di media sosial. Kasus perundungan ini diduga erat kaitannya dengan kontroversi materi stand-up comedy Pandji berjudul Mens Rea yang tengah ramai diperbincangkan publik.

Serangan bermula dari unggahan akun X bernama @SussySusanti yang menyindir fisik Wadilla secara kasar. Komentar tersebut mengandung unsur body shaming dan menyebar cepat ke berbagai platform sosial, termasuk Threads dan TikTok.

Reaksi Tegas Gamila Arief

Gamila tidak tinggal diam dengan situasi ini. Lewat akun media sosial pribadinya, ia memberikan peringatan tegas agar pengunggah postingan tersebut segera menghapus kontennya. Ia menyatakan siap melibatkan aparat hukum jika tindakan perundungan tidak dihentikan.

Gamila menegaskan bahwa menyeret anak ke dalam konflik dewasa adalah hal yang tidak dapat diterima secara moral maupun hukum. Ia juga menyatakan akan melaporkan kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak guna memastikan perlindungan terbaik bagi buah hatinya.

Serangan yang Melewati Batas Wajar

Bukan hanya di akun X, serangan juga muncul dalam bentuk perbandingan keluarga Pandji dengan keluarga pejabat lain, seperti Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Gamila menolak keras perbandingan ini sebagai bentuk fitnah yang berlebihan dan tidak pantas disasar pada anak-anak.

Selain itu, narasi yang membandingkan wajah Wadilla dengan karakter Maui dari film Moana juga beredar luas di TikTok. Gamila mengkritisi hal ini sebagai penyebab risiko gangguan kesehatan mental pada anak dan menyuarakan kekhawatirannya.

Latar Belakang Kontroversi Materi Mens Rea

Kontroversi bermula saat Pandji mengkritik ekspresi wajah Gibran yang menurutnya mencerminkan “Mens Rea” atau niat jahat yang tersembunyi. Pernyataan ini memicu perdebatan sengit di publik dan menimbulkan dampak negatif kepada keluarga Pandji, terutama anaknya yang kini menjadi sasaran bully.

Polemik tersebut bahkan sempat memunculkan laporan ke polisi dari beberapa pemuda yang mengatasnamakan NU dan Muhammadiyah, namun ormas-ormas besar ini membantah keterlibatan mereka dalam pelaporan tersebut.

Kampanye Melawan Cyberbullying dan Pelecehan Anak

Gamila Arief mengajak masyarakat untuk melawan segala bentuk cyberbullying dan pelecehan anak di dunia digital. Ia menekankan pentingnya menghormati dan melindungi anak-anak dari serangan verbal yang dapat merusak psikologis mereka.

Ia mengatakan, “Ngatain saya atau Pandji silakan, tapi pertimbangkan dulu sebelum menyalurkan kebencian ke anak-anak.” Pernyataan ini menggambarkan sikap tegas yang diambil Gamila demi menjaga kesejahteraan anak-anaknya.

Fakta-Fakta Penting Kasus Wadilla Dipo Wongsoyudo

  1. Wadilla menjadi korban body shaming di media sosial terkait materi komedi ayahnya.
  2. Serangan bermula dari unggahan akun @SussySusanti di platform X.
  3. Dampak bullying juga merambah ke platform lain seperti Threads dan TikTok.
  4. Gamila memberi ultimatum penghapusan konten dan ancaman melaporkan secara hukum.
  5. Narasi perbandingan dengan keluarga pejabat dan karakter film menambah beban psikologis.
  6. Kasus ini berakar dari kontroversi materi stand-up comedy Pandji yang disebut Mens Rea.
  7. Ormas NU dan Muhammadiyah membantah laporan yang mengatasnamakan mereka terkait kasus ini.

Gamila menyatakan kebanggaannya terhadap anak-anaknya yang baik dan pintar sebagai bentuk perlawanan terhadap penghinaan yang terjadi. Kesadaran akan dampak negatif bully membuat dia berkomitmen melindungi Wadilla dan keluarga dari sikap yang merendahkan.

Kasus yang dialami oleh keluarga Pandji ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika di media sosial. Menyerang anak-anak dalam konteks apapun harus dihentikan demi kesehatan mental dan hak perlindungan mereka yang seharusnya diutamakan.

Berita Terkait

Back to top button