Militer Iran kembali melakukan serangan balasan ke wilayah Israel, menargetkan Kota Haifa, yang terletak di bagian utara negara tersebut. Pada malam 14 Juni 2025, suara sirine dan kilatan cahaya terlihat jelas saat rudal hipersonik Iran melesat ke arah sasaran. Serangan ini menyebabkan kerusakan yang parah dan menimbulkan korban, baik dari pihak Israel maupun Iran.
Media Iran, Albawaba, melaporkan bahwa aktivitas serangan ini dipastikan meningkatkan ketegangan antara kedua negara. Suara ledakan menggelegar terdengar di kota pelabuhan tersebut, sementara warga setempat diminta untuk berlindung di tempat perlindungan akibat ancaman serangan. Beberapa titik penting di Haifa dilaporkan mengalami kebakaran besar karena ledakan.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa gelombang serangan yang diluncurkan merupakan bagian dari operasi “Janji Setia III”. Mereka menggunakan kombinasi antara rudal balistik dan drone untuk menanggapi serangan Israel sebelumnya. Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan defensif terhadap “agresi” Israel. “Kami akan memberikan respons yang lebih kuat jika serangan terus dilancarkan,” ungkap Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
Dalam laporannya, Times of Israel menyebutkan bahwa sebuah bangunan dua lantai di timur Haifa hancur akibat serangan tersebut. Korban tewas yang dilaporkan bervariasi, dengan satu sumber mengungkapkan angka minimal enam orang tewas dan lebih dari 400 lainnya terluka. Situasi ini menunjukkan betapa seriusnya dampak dari serangan tersebut, yang menambah daftar panjang ketegangan antara kedua negara.
Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan kilatan besar dan dentuman keras saat rudal menghantam sasaran. Laporan menunjukkan bahwa banyak kawasan Perkotaan Haifa menjadi gelap setelah serangan, diduga akibat listrik padam. Hal ini semakin memperlihatkan dampak serius yang dihadapi oleh warga sipil setempat.
Sementara itu, pekan lalu, presiden Iran mengeluarkan ultimatum kepada Israel, menegaskan perlunya tanggapan lebih keras atas terus berlanjutnya serangan. Ia mengkritik dukungan yang diberikan oleh Barat kepada Israel dan menyatakan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum internasional. Di pihak lain, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan solidaritas terhadap Iran dan mengutuk serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.
Serangan ini menandai escalasi baru dalam konflik yang telah berlangsung lama antara Iran dan Israel. Iran, yang terus menggatakan haknya untuk membela diri, menunjukkan bahwa mereka tidak akan mundur menghadapi apa yang mereka sebut sebagai agresi dari rezim Zionis. Dalam beberapa pernyataannya, Pezeshkian menegaskan pentingnya membangun kekuatan pertahanan negara agar tidak menjadi target serangan lain di masa mendatang.
Kondisi di Haifa dan laporan tentang korban yang berjatuhan menunjukkan kompleksitas situasi di kawasan tersebut. Ketegangan yang terus meruncing ini tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga meninggalkan dampak mendalam bagi masyarakat sipil yang terjebak di tengah konflik. Seiring meningkatnya serangan dan balasan, harapan untuk menemukan solusi damai seakan semakin menjauh.





