
Ketua DPR RI Puan Maharani baru-baru ini menggelar dialog dengan diaspora Indonesia di wilayah San Francisco, California, dalam rangka kunjungan kerjanya ke Amerika Serikat. Dalam pertemuan yang diadakan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) San Francisco, Puan menekankan pentingnya prinsip ‘kita Indonesia’ sebagai wujud semangat persatuan, meskipun para diaspora berada jauh dari tanah air.
Acara yang berlangsung pada Sabtu malam, 14 Juni 2025, ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat Indonesia di AS, termasuk mahasiswa, perwakilan komunitas agama, dan pecinta wastra Nusantara. Puan didampingi oleh sejumlah anggota DPR, termasuk Ketua Komisi V DPR Lasarus dan Wakil Ketua Komisi VII DPR Evita Nursanty, serta pejabat penting lainnya. “Syukur kepada Allah bahwa kita bisa berkumpul bersama-sama pada kesempatan ini di San Francisco, di rumah Indonesia yang sangat indah ini,” tuturnya saat membuka sambutan.
Pesan Persatuan
Puan mengajak para diaspora untuk terus mengingat identitas mereka sebagai orang Indonesia. "Kita adalah keluarga besar meskipun tinggal di luar, tapi harus ingat akar kita sebagai orang Indonesia," ujarnya. Dalam dialog tersebut, Puan menyebutkan bahwa para diaspora yang hadir mencakup siswa di universitas bergengsi seperti Berkeley dan Stanford, yang menunjukkan komitmen mereka terhadap jati diri Indonesia di luar negeri.
Puan juga menyoroti situasi global yang sedang dihadapi, seperti konflik dan gejolak ekonomi yang dapat berpengaruh pada Indonesia. Menurutnya, persatuan adalah kunci untuk menghadapi berbagai tantangan ini. "Berat kalau kita tidak bersatu. Orang akan memandang kita kecil. Kita harus sama-sama bersatu agar dihormati sebagai negara besar," ujarnya dengan tegas.
Tantangan dan Harapan
Dalam kesempatan ini, Puan menggarisbawahi dinamika yang dihadapi Indonesia, dengan jumlah penduduk 280 juta dan 17 ribu pulau. Meskipun demikian, ia optimis bahwa Indonesia masih lebih baik dibandingkan banyak negara lain. "Walaupun kita menghadapi tantangan global, kita harus tetap waspada. Jika tidak, dampaknya bisa merugikan rakyat," lanjutnya.
Puan mengungkapkan bahwa DPR terus berupaya menjaga situasi politik agar tidak mempengaruhi kondisi ekonomi rakyat. Ia juga menginformasikan bahwa DPR saat ini tengah mematangkan penyusunan anggaran untuk tahun 2026, serta memastikan dukungan terhadap program pemerintah.
Dialog dan Potensi
Salah satu tujuan dari pertemuan ini adalah membuka dialog tentang potensi yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia. Puan menekankan peran penting anak muda Indonesia yang belajar di Amerika untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi tanah air. "Kebijakan terhadap pekerja ilegal di AS juga perlu mitigasi, agar tidak merugikan warga negara Indonesia di sini," ujarnya.
Selama kunjungan kerja ini, Puan juga menghadiri Konferensi Internasional di California State University (CSU) dengan tema ‘Peran Perempuan dalam Memperkuat Ketahanan Global dan Diplomasi’, yang diselenggarakan oleh mahasiswa CSU dengan dukungan PBB. Selain itu, Puan sempat mengunjungi Markas Besar Meta dan Kantor Pusat Google, dua perusahaan teknologi terkemuka yang berpengaruh di dunia.
Pertemuan dalam suasana hangat ini diharapkan dapat memperkuat jaringan antar diaspora Indonesia dan memastikan bahwa mereka tetap menyimpan cinta dan kepedulian terhadap tanah air meskipun tinggal jauh dari Indonesia. Diskusi yang beragam di antara para peserta juga menjadi langkah penting dalam mendukung kolaborasi antara diasporas dan pemerintah serta masyarakat di Indonesia.





