Sederet Janji Zohran Mamdani yang Siap Bawa Perubahan Signifikan di Kota New York

Zohran Mamdani kini resmi menjabat sebagai Wali Kota New York City ke-112 sejak 1 Januari 2026. Ia mencatat sejarah sebagai wali kota Muslim dan keturunan Asia Selatan pertama yang memimpin kota terbesar di Amerika Serikat.

Dalam pelantikan yang berlangsung di Balai Kota New York, Mamdani mengucapkan sumpah jabatan dengan menggunakan Al-Qur’an, sebuah simbol penting yang menegaskan identitasnya sebagai Muslim. Upacara tersebut dipandu oleh Senator Bernie Sanders, salah satu pendukung utama agenda progresifnya.

Mamdani menegaskan komitmennya melayani seluruh warga New York tanpa membeda-bedakan. “Jika Anda adalah warga New York, saya adalah wali kota Anda,” ujarnya dalam pidato perdananya yang juga disaksikan oleh banyak pejabat dan pendukung.

Mamdani menegaskan identitas politiknya sebagai sosialis demokrat. Ia berjanji tidak akan mengorbankan prinsip-prinsip kampanyenya demi popularitas atau tekanan politik. “Saya dipilih sebagai sosialis demokrat dan saya akan memerintah sebagai sosialis demokrat.”

Salah satu janji utama Mamdani adalah menyediakan penitipan anak universal dan pembekuan harga sewa rumah. Upaya ini bertujuan memastikan warga New York bisa memenuhi kebutuhan dasar tanpa tekanan ekonomi yang berat. Ia menolak pandangan yang membagi kota menjadi dua, antara orang kaya dan miskin.

Visi Mamdani adalah New York sebagai kota inklusif dan multikultural. Ia menggambarkan kota tersebut dihuni warga dengan beragam bahasa, budaya, dan agama, dari Pashto, Mandarin, Yiddish, hingga Kreol. Warga New York beribadah di masjid, sinagoge, gereja, dan kuil, atau tidak beribadah sama sekali.

Mamdani secara khusus menyebut komunitas Palestina-Amerika di Bay Ridge. Ia menegaskan bahwa mereka tidak akan lagi menjadi pengecualian dalam narasi politik universal yang ia usung. Komunitas ini akan diperlakukan sama dengan warga New York lainnya.

Dukungan untuk Mamdani datang dari berbagai tokoh progresif. Bernie Sanders menyebut kemenangan Mamdani sebagai tantangan besar terhadap elit politik dan ekonomi. Sanders menegaskan bahwa kebijakan seperti perumahan terjangkau dan transportasi publik yang kuat merupakan langkah penting dan wajar.

Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez memuji pelantikan Mamdani sebagai awal era baru. Ia menyoroti Mamdani sebagai wali kota Muslim pertama, wali kota imigran pertama dalam lebih dari satu abad, dan juga yang termuda dalam beberapa generasi.

Selain menjadi wali kota Muslim pertama, Mamdani juga tercatat sebagai wali kota termuda dan pertama yang lahir di Afrika. Ia lahir di Uganda dan berdarah keturunan India. Mamdani pindah ke New York pada usia tujuh tahun dan menjadi warga negara AS pada 2018.

Mamdani sebelumnya menjabat sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York sejak 2020, mewakili wilayah Queens. Popularitas dan pengaruhnya meningkat sejak saat itu hingga memenangi pemilihan wali kota November 2025 dengan mengalahkan kandidat dari Partai Republik dan mantan gubernur.

Program kampanye Mamdani menitikberatkan pada isu sosial dan ekonomi yang menyentuh kehidupan sehari-hari warga. Rencana-rencananya meliputi kenaikan upah minimum menjadi 30 dolar AS per jam pada 2030, layanan penitipan anak gratis, transportasi publik tanpa biaya, dan program toko kelontong milik kota.

Selain janji sosial, upacara pelantikan Mamdani juga menampilkan kehadiran berbagai tokoh agama dan pejabat kota. Mark Levine dilantik sebagai Pengawas Keuangan, sementara Jumaane Williams kembali sebagai Advokat Publik. Semua ini menandai babak baru dalam pemerintahan progresif di New York.

Zohran Mamdani membawa harapan perubahan signifikan untuk New York City dengan fokus pada keadilan sosial, inklusivitas, dan kesejahteraan seluruh warga. Pendekatan progresifnya diharapkan dapat menghadirkan solusi nyata atas tantangan besar yang dihadapi kota metropolitan ini.

Berita Terkait

Back to top button