Operasi militer Amerika Serikat yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ternyata merupakan hasil dari persiapan matang yang berlangsung berbulan-bulan. Misi rahasia tersebut dijalankan pada awal Januari 2026 dengan tingkat presisi tinggi dan dilakukan secara diam-diam.
Menurut Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, operasi yang diberi nama Operasi Absolute Resolve ini dirancang khusus agar minim risiko dan hanya dapat dijalankan oleh militer Amerika Serikat. "Ini merupakan puncak dari perencanaan dan latihan selama berbulan-bulan," ujarnya dalam pengarahan resmi pada Sabtu waktu setempat.
Perencanaan dan Eksekusi Operasi
Operasi Absolute Resolve dilaksanakan pada tanggal 2 Januari 2026, di saat waktu paling gelap demi menghindari perhatian musuh dan masyarakat internasional. Caine menegaskan bahwa operasi ini melibatkan berbagai elemen militer AS yang berlatih intensif untuk memastikan keberhasilan misi.
Meskipun operasi ini berhasil, Caine tidak menutup kemungkinan pasukan AS akan kembali menjalankan misi serupa jika situasi global mengharuskannya. Pengumuman resmi tersebut mendapat sorotan luas dari berbagai media internasional, yang juga melaporkan adanya ledakan di ibu kota Caracas saat serangan berlangsung.
Penangkapan Maduro dan Aspek Hukum
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan secara resmi bahwa Nicolas Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, berhasil ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri. Penangkapan ini dilakukan dengan dukungan aparat penegak hukum AS dan merupakan bagian dari operasi rahasia yang telah disiapkan secara matang.
Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengungkapkan bahwa keduanya didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas tuduhan pidana berat. "Nicolas Maduro dan istrinya telah didakwa atas konspirasi narco-terorisme dan kepemilikan senjata ilegal," tulis Bondi melalui media sosial X.
Dakwaan ini mencakup tuduhan impor kokain secara ilegal ke Amerika Serikat, genggaman senapan mesin, dan konspirasi kepemilikan perangkat penghancur yang ditujukan ke wilayah AS. Bondi menegaskan bahwa proses pengadilan akan berjalan penuh di tanah Amerika.
Reaksi dan Dampak Internasional
Operasi penangkapan Maduro turut menimbulkan reaksi global. PBB mengimbau semua pihak di Venezuela untuk melakukan dialog inklusif dan menghormati hak asasi manusia serta supremasi hukum. Pengumuman Trump mengenai operasi ini juga menuai kecaman dari beberapa negara.
Media internasional melaporkan bahwa operasi itu kemungkinan melibatkan unit elit militer AS, Delta Force, walaupun belum ada konfirmasi resmi terkait hal tersebut. Beberapa negara, seperti Malaysia, mengecam tindakan Trump yang menangkap kepala negara berdaulat Venezuela.
Fakta Penting Operasi Absolute Resolve
- Operasi sudah dirancang dan dilatih berbulan-bulan sebelum dieksekusi.
- Dilaksanakan secara rahasia dengan tingkat presisi tinggi pada 2 Januari 2026.
- Melibatkan berbagai unsur militer AS yang terlatih khusus.
- Penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya dilakukan dengan bantuan aparat penegak hukum AS.
- Maduro dan Cilia Flores didakwa atas konspirasi narkoba dan kepemilikan senjata ilegal di AS.
- Proses hukum akan berlangsung di Pengadilan Distrik Selatan New York.
- Reaksi internasional beragam, PBB menyerukan dialog inklusif dan penghormatan HAM.
Operasi Absolute Resolve menandai salah satu aksi militer yang sangat terencana oleh Amerika Serikat dalam upaya menindak tokoh politik yang dianggap melanggar hukum internasional. Keberhasilan penangkapan Maduro mengindikasikan adanya penguatan kebijakan luar negeri AS terkait pengamanan keamanan regional dan upaya pemberantasan narkoba.
Operasi ini juga memunculkan pertanyaan mengenai dampak politik dan diplomatik jangka panjang, khususnya berkaitan dengan hubungan kedua negara dan posisi Venezuela dalam kancah geopolitik dunia saat ini dan mendatang.





