Trump Rencana Ambil Alih Greenland Pasca Konflik Venezuela, Proses Segera Dimulai!

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan rencananya untuk mengakuisisi Greenland dalam waktu dekat, tepat setelah intervensi militer AS di Venezuela yang menggegerkan dunia. Dalam pernyataan terbaru pada 4 Januari 2026, Trump menyatakan bahwa Greenland penting untuk kepentingan keamanan nasional AS dan akan menjadi fokus pembicaraan selama kurang lebih dua bulan ke depan.

Menurut Trump, Denmark selaku penguasa saat ini tidak mampu mengelola Greenland secara optimal dari sisi keamanan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland demi memperkuat pertahanan nasionalnya, mengisyaratkan kemungkinan pengambilalihan wilayah tersebut dalam waktu dekat. "Kita akan membicarakan Greenland sekitar 20 hari dari sekarang," ujarnya dalam wawancara di atas Air Force One.

Konteks Intervensi di Venezuela dan Dampaknya

Langkah Trump menyusul operasi militer di Venezuela yang berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro di New York. Aksi ini memicu kekhawatiran global mengenai kemungkinan ekspansi pengaruh AS di wilayah-wilayah strategis lain. Greenland dianggap penting karena lokasinya yang strategis di Arktik, serta kaya mineral dan sumber daya alam.

Trump pernah menyatakan bahwa Amerika Serikat berencana mengelola sumber daya minyak Venezuela tanpa batas waktu. Ketika ditanya apakah operasi di Venezuela berpengaruh pada rencana soal Greenland, Trump menyerahkan keputusan akhir kepada pihak lain dan hanya menegaskan kembali perlunya Greenland untuk kepentingan pertahanan AS.

Penolakan Keras dari Pemerintah Denmark

Pemerintah Denmark, yang saat ini memiliki kedaulatan atas Greenland, menentang keras klaim Trump. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menyatakan bahwa gagasan Amerika Serikat mengambil alih Greenland merupakan hal yang tidak masuk akal dan sama sekali tidak dapat diterima menurut hukum internasional. Ia menegaskan Greenland adalah bagian dari Kerajaan Denmark dan sekutu NATO yang dilindungi oleh perjanjian keamanan aliansi.

Ketegangan bertambah saat Katie Miller, mantan pejabat dan istri penasihat senior Trump, mengunggah gambar Greenland dengan warna bendera Amerika Serikat dan kata “SEGERA” di media sosial. Unggahan ini mendapat kecaman dari Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen, yang menyebut tindakan tersebut tidak menghormati hubungan antarnegara serta melanggar hak-hak rakyat Greenland.

Reaksi Diploma dan Upaya Menjaga Hubungan Sekutu

Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moeller Soerensen, juga mengingatkan bahwa Denmark telah meningkatkan upaya keamanan di Arktik serta terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat sebagai sekutu dekat. Ia menegaskan pentingnya kerja sama dan saling menghormati sesuai dengan hukum internasional.

Sementara itu, peran Katie Miller yang terkait erat dengan lingkaran dalam pemerintahan Trump kembali disorot, mengingat sejarah jabatan politiknya yang pernah menjabat di Departemen Keamanan Dalam Negeri dan staf Wakil Presiden Mike Pence.

Rangkuman Fakta Penting:

  1. Donald Trump menegaskan pentingnya Greenland untuk keamanan nasional AS.
  2. Trump berencana membahas isu Greenland lagi dalam waktu sekitar dua bulan.
  3. Intervensi AS di Venezuela meningkatkan spekulasi dominasi AS di wilayah strategis lain.
  4. Pemerintah Denmark menolak keras klaim pengambilalihan Greenland, menyebutnya tidak masuk akal.
  5. Greenland dan Denmark merupakan anggota NATO dengan perlindungan keamanan aliansi.
  6. Unggahan media sosial terkait Greenland menuai kritik dari pejabat Denmark dan Greenland.
  7. Denmark menegaskan kerja sama erat dengan AS meski terjadi ketegangan.

Dalam situasi geopolitik yang makin dinamis, langkah Trump terhadap Greenland merupakan bagian dari strategi memperkuat posisi Amerika Serikat di panggung global. Sementara penentangan dari sekutu lama seperti Denmark menunjukkan bahwa masalah ini tidak mudah diselesaikan tanpa pertimbangan hukum dan diplomasi yang ketat. Perkembangan selanjutnya tentu akan menjadi perhatian dunia dalam beberapa minggu mendatang.

Berita Terkait

Back to top button