Malaysia mengganti Panglima Angkatan Darat setelah muncul isu korupsi dalam proyek militer. Jabatan Panglima ke-31 kini dipegang oleh Jenderal Datuk Azhan Md Othman yang mulai resmi menjabat sejak 1 Januari 2026.
Pergantian ini dilakukan menyusul cuti yang diberikan kepada Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan akibat dugaan rasuah terkait pengadaan militer. Keputusan diambil melalui Rapat Dewan Angkatan Bersenjata ke-631 pada November 2025 dan mendapat persetujuan dari Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim.
Kepemimpinan Baru dan Fokus Strategis
Menteri Pertahanan Malaysia Datuk Seri Mohamed Khaled Nordin memimpin upacara penyematan pangkat kepada Azhan di Wisma Pertahanan, Kuala Lumpur. Jenderal Azhan dianggap memiliki pengalaman luas dan kepemimpinan kuat yang dapat menjaga kesinambungan komando Angkatan Darat.
Pernyataan resmi dari unit Humas Tentara Darat menyatakan Azhan akan memperkuat integritas dan tata kelola transparan dalam tubuh angkatan darat. Ia juga berkomitmen menjaga nilai-nilai militer luhur serta mendorong inisiatif Strategi Domain Darat (AMH-SD2) yang mendukung buku putih pertahanan nasional.
Prioritas pada Kesejahteraan Personel
Selain itu, fokus utama lain adalah kesejahteraan seluruh personel dan keluarga mereka. Hal ini demi memastikan semangat dan kesiapan prajurit tetap terjaga demi keberlangsungan tugas pertahanan. Azhan menyerukan persatuan dan peningkatan kinerja seluruh anggota angkatan darat agar lembaga ini tetap profesional dan dipercaya.
Jenderal Azhan mengucapkan terima kasih kepada Raja Malaysia dan pemerintah atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan pentingnya memperkuat solidaritas untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks di masa depan.
Dampak dan Tantangan
Kasus dugaan korupsi proyek militer yang melibatkan mantan Panglima Angkatan Darat menimbulkan keprihatinan publik. Pergantian pimpinan ini menjadi sinyal kuat pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam sektor pertahanan.
Azhan diharapkan mampu membawa reformasi dan menjaga stabilitas Angkatan Darat dengan langkah langkah nyata. Pengalaman dan visi strategisnya akan menjadi modal penting untuk mengatasi persoalan internal serta memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi ancaman konvensional dan non-konvensional.
Fakta Penting Pergantian Panglima Angkatan Darat
- Jenderal Azhan Md Othman resmi menjabat sejak 1 Januari 2026
- Pengganti Jenderal Tan Sri Muhammad Hafizuddeain Jantan yang sedang cuti karena kasus korupsi
- Keputusan diambil melalui rapat Dewan Angkatan Bersenjata dan disetujui oleh Raja Malaysia
- Fokus pada integritas, tata kelola transparan, dan kesejahteraan personel
- Mendukung strategi pertahanan AMH-SD2 sesuai Buku Putih Pertahanan
Penguatan kepemimpinan militer Malaysia kini menjadi sorotan penting setelah adanya kasus korupsi yang mengganggu citra angkatan bersenjata. Komitmen Panglima yang baru untuk memprioritaskan transparansi dan kesejahteraan personel diharapkan dapat memperkuat institusi pertahanan nasional. Dengan langkah ini, Malaysia berupaya memastikan angkatan darat tetap menjadi pilar utama keamanan nasional yang kuat dan terpercaya.





