Rodriguez Tegaskan Tidak Ada Agen Asing Kuasai Venezuela Usai Isu Penculikan Maduro

Delcy Rodriguez, pemimpin sementara Venezuela, menegaskan bahwa tidak ada agen asing yang memerintah negaranya meskipun Presiden Nicolas Maduro dikabarkan diculik oleh pasukan militer Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang disiarkan televisi nasional, menanggapi klaim kontroversial dari AS mengenai kontrol atas Venezuela.

Rodriguez menegaskan bahwa pemerintah yang berkuasa di Venezuela adalah milik rakyat dan negaranya sendiri. Ia menolak keras pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengklaim bahwa Washington telah mengelola Venezuela selama periode transisi.

Konteks Penculikan dan Tuduhan Terhadap Maduro

Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, baru-baru ini menghadapi dakwaan di pengadilan New York terkait tuduhan konspirasi perdagangan narkoba. Pada saat yang sama, Maduro dilaporkan telah diculik oleh pasukan militer Amerika pada awal Januari 2026 dalam operasi yang kontroversial di Caracas.

Tindakan militer AS tersebut menimbulkan kecaman keras dari pemerintah Venezuela. Jaksa Agung Venezuela, Tarek William Saab, mengutuk operasi yang dianggap sebagai agresi bersenjata ilegal dan pelanggaran hukum internasional. Ia menyebut serangan ini sebagai tindakan teroris terhadap kedaulatan Venezuela.

Dampak dan Korban Serangan Militer AS

Serangan militer yang dilakukan AS pada hari Sabtu itu menewaskan puluhan orang dari Venezuela dan Kuba. Pemerintah Venezuela mengumumkan daftar 24 anggota militer mereka yang gugur dalam operasi tersebut. Selain itu, pemerintah Kuba melaporkan 32 anggota militernya meninggal dunia akibat serangan yang sama.

Sebagai bentuk penghormatan, Delcy Rodriguez menetapkan masa berkabung selama tujuh hari. Masa berkabung ini menghormati pengorbanan para tentara yang terluka maupun meninggal dalam mempertahankan negara dan Presiden Maduro.

Respons Internasional dan Klaim Pengendalian Venezuela

Klaim Presiden Donald Trump yang menyebut AS mengendalikan Venezuela mendapat bantahan tegas dari Pemerintah Venezuela. Rodriguez menegaskan bahwa pengelolaan atau intervensi asing tidak terjadi di negara tersebut.

Operasi militer tanpa mandat dari Dewan Keamanan PBB semakin mempertegas posisi Venezuela bahwa tindakan AS adalah agresi ilegal. Pemerintah menuntut pembebasan segera Presiden Maduro dan istrinya yang masih dalam tahanan di AS.

Tanggapan Rusia dan Ketegangan di Laut Lepas

Selain di darat, ketegangan juga muncul di laut. Navy SEAL AS mengambil alih kapal tanker Marinera yang membawa minyak dari Venezuela di perairan Atlantik Utara. Rusia mengecam tindakan penyitaan kapal tanker ini, menilai langkah tersebut sebagai provokasi di laut lepas.

Situasi ini menambah lapisan kompleksitas hubungan AS-Venezuela dan menimbulkan keprihatinan di panggung internasional terkait kedaulatan dan aturan hukum maritim.

Poin Penting:

  1. Delcy Rodriguez menolak klaim intervensi asing di Venezuela.
  2. Nicolas Maduro dan istrinya menghadapi tuduhan narkoba di AS.
  3. Operasi militer AS menyebabkan puluhan korban jiwa di Venezuela dan Kuba.
  4. Venezuela menyebut serangan AS sebagai agresi ilegal tanpa izin PBB.
  5. Rusia memprotes penyitaan kapal tanker Venezuela oleh Navy SEAL AS.

Delcy Rodriguez tetap konsisten menegaskan kedaulatan Venezuela dan menolak segala bentuk pendudukan atau pengaruh asing. Kendati tekanan internasional dan operasi militer AS, pemerintahan Venezuela menegaskan kendali penuh atas negara dan menolak intervensi eksternal yang bertentangan dengan hukum internasional.

Exit mobile version