Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya sebagai presiden sementara Venezuela melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Januari 2026. Klaim ini muncul menyusul operasi yang dilakukan pasukan AS terhadap pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, yang ditangkap pada awal Januari.
Dalam unggahan tersebut, Trump menampilkan tangkapan layar bergaya biografi Wikipedia yang menyebutkan dirinya sebagai presiden sementara Venezuela, tanpa melepas posisinya sebagai presiden AS. Namun, secara resmi jabatan presiden sementara Venezuela dipegang oleh Delcy Rodriguez, yang menegaskan keberlangsungan pemerintahan Maduro di Venezuela.
Respons Pemerintah Venezuela
Delcy Rodriguez menyatakan ketegasan pemerintahannya dalam sebuah pertemuan komunitas di Miranda pada 10 Januari. Ia menegaskan bahwa tidak ada kekosongan atau ketidakpastian terkait kepemimpinan di Venezuela. "Rakyat Venezuela yang memegang kendali, dan ada sebuah pemerintahan, yaitu pemerintahan Presiden Nicolas Maduro," ujarnya.
Rodriguez juga menegaskan komitmennya untuk mengupayakan pemulangan Maduro dan Flores ke Venezuela. Ia berjanji tidak akan beristirahat “sedetik pun” sampai pemimpin tersebut kembali ke tanah air. Pernyataan ini menunjukkan sikap pemerintah Venezuela yang menolak klaim Trump dan mencoba memperkuat legitimasi Maduro.
Konteks dan Implikasi Klaim Trump
Klaim Trump muncul setelah operasi militer yang disebut Absolute Resolve, yang menargetkan pimpinan Venezuela. Penangkapan Maduro dan istrinya ini menimbulkan ketegangan internasional. Banyak negara, termasuk Venezuela sendiri, mengecam intervensi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.
Selain itu, klaim Trump telah memicu reaksi keras di kawasan. Operasi ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dengan sekutu Maduro, seperti Iran dan Rusia. Iran sendiri mengancam akan memberikan respons tegas jika intervensi militer terus berlangsung.
Faktor Pendukung dan Penghalang Klaim Trump
- Status legalitas klaim Trump tidak diakui oleh komunitas internasional.
- Pemerintah Venezuela yang sah menolak klaim tersebut dan menguatkan legitimasi Maduro.
- Operasi pengambilalihan oleh pasukan AS menimbulkan ketegangan dan potensi konflik lebih luas.
- Dukungan internasional terhadap Maduro masih kuat di beberapa negara, terutama di Amerika Latin dan blok Rusia-Iran.
- Sementara itu, sebagian negara Barat menyatakan dukungan kepada oposisi, tetapi belum mengakui Trump sebagai presiden sementara.
Reaksi dan Situasi Terbaru
Ketegangan diplomatik semakin memanas setelah klaim Trump. Venezuela menggemakan solidaritas nasional dan menolak campur tangan asing. Pemerintah AS saat ini menyatakan masih menilai situasi dan kemungkinan langkah selanjutnya dalam menanggapi dinamika terbaru.
Di sisi lain, komunitas internasional diharapkan memantau perkembangan ini dengan hati-hati. Konflik di Venezuela dapat berdampak pada stabilitas kawasan dan pasar energi global mengingat peran strategis negara tersebut sebagai salah satu produsen minyak utama.
Peristiwa ini menjadi salah satu contoh bagaimana perubahan politik yang tajam di satu negara dapat memengaruhi hubungan internasional secara luas. Klaim Trump sebagai presiden sementara Venezuela menimbulkan pertanyaan serius tentang kedaulatan negara dan batas intervensi antarnegara di era global saat ini.





