Lagi-lagi Rumah Sakit di Iran Diserang Israel: Simak Situasinya Terkini

Pasukan Israel kembali melancarkan serangan ke Iran, kali ini menargetkan dua rumah sakit yang membuat situasi semakin mencekam di negara tersebut. Pada tanggal 16 hingga 17 Juni 2025, Rumah Sakit Farabi di Kermanshah dan Rumah Sakit Anak Hakim di Teheran Selatan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara. Banyak pasien dan tenaga kesehatan yang terluka, menambah deretan panjang korban akibat konflik yang berkepanjangan ini.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa dalam serangan tersebut, lebih dari 1.400 korban jatuh, dengan lebih dari 90 persen di antaranya merupakan warga sipil. Serangan ini mengingatkan kembali betapa rentannya infrastruktur kesehatan di tengah konfrontasi militer. “Menyerang rumah sakit dan kawasan permukiman, yang diperintahkan oleh Menteri Pertahanan mereka, merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan kejahatan perang,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, melalui akun X-nya.

Pemerintah Iran menggambarkan serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum humaniter internasional. Pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa rumah sakit adalah lokasi yang dilindungi dan seharusnya tidak menjadi sasaran apapun. Penyerangan terhadap fasilitas medis ini, menurut hukum internasional, dapat dianggap sebagai tindakan yang sangat memalukan dan tidak dapat dibenarkan.

Serangan ini bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya pada 13 Juni 2025, Israel melancarkan serangan yang menewaskan puluhan orang, termasuk komandan militer dan ilmuwan nuklir Iran. Kejadian tersebut menjadikan semakin jelasnya dampak dari ketegangan yang berkepanjangan antara kedua negara, di mana setiap serangan tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat sipil.

Beberapa laporan menunjukkan bahwa serangan ini terfokus tidak hanya di lokasi-lokasi militer atau fasilitas nuklir, tetapi juga menghancurkan infrastruktur publik dan kawasan permukiman, yang memperparah keadaan sosial-ekonomi di Iran. Dalam konteks ini, masyarakat semakin menghadapi krisis kemanusiaan, dengan akses terhadap layanan kesehatan yang semakin terbatas.

Di tengah situasi yang genting ini, masyarakat Iran merasakan dampak langsung dari tindakan tersebut. Rumah sakit yang seharusnya memberikan perawatan malah menjadi lokasi yang berisiko tinggi. Banyak pasien menjadi trauma, dan tenaga medis yang berusaha menolong mereka juga terancam keselamatannya. Dalam beberapa kasus, tenaga kesehatan mengalami tekanan mental yang parah akibat kondisi yang tidak menentu di lokasi kerja mereka.

Kementerian Kesehatan Iran sudah menyatakan bahwa mereka melakukan segala upaya untuk memberikan perawatan kepada korban, namun tantangan besar selalu ada. “Kami sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional,” ungkap salah seorang pejabat kesehatan, menunjukkan harapan akan dukungan eksternal untuk mengatasi krisis ini.

Lebih lanjut, di tengah krisis ini, Perwakilan Iran di berbagai forum internasional melakukan diplomasi untuk mengecam tindakan Israel. Mereka berharap bahwa dengan mengangkat isu ini, dapat memberikan tekanan kepada komunitas internasional agar tidak hanya mengamati tetapi juga bertindak sesuai dengan hukum internasional yang ada.

Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat, dengan sejumlah organisasi hak asasi manusia ikut bersuara tentang pelanggaran yang terjadi. Bahkan beberapa pemimpin dunia meminta agar investigasi independen dilakukan untuk menilai tindakan Israel dalam serangannya terhadap fasilitas kesehatan.

Situasi ini terus berkembang, dan warga sipil yang menjadi korban dari konflik ini terus bertambah. Dalam konteks geopolitik yang rumit ini, serangan terhadap rumah sakit menyoroti kendala besar dalam upaya penyelesaian konfliknya. Dengan hukum internasional yang dilanggar, kini terbuka pertanyaan mengenai respons dari komunitas global dan komitmen untuk melindungi hak asasi manusia.

Berita Terkait

Back to top button