Primaya Hospital Bekasi Barat kini menghadirkan layanan radioterapi presisi tinggi untuk mempermudah akses perawatan kanker di wilayah penyangga ibu kota. Fasilitas ini dirancang guna memangkas jarak dan waktu rujukan yang selama ini membebani pasien kanker, terutama bagi warga Bekasi dan sekitarnya.
Peluncuran layanan radioterapi dilakukan di tengah tren peningkatan kasus kanker nasional yang diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2040, sesuai data dari Global Cancer Observatory (Globocan). Pemerataan layanan menjadi langkah penting agar pasien bisa menerima terapi tepat waktu dan berkelanjutan.
Teknologi Radioterapi Modern di Bekasi Barat
Primaya Hospital Bekasi Barat menggunakan mesin SHINVA XHA1400 Multi Energy Linear Accelerator yang mengadopsi teknologi 3D Conformal Radiotherapy (3D CRT) dan Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT). Teknologi ini memungkinkan terapi radiasi yang lebih presisi sehingga fokus hanya pada jaringan tumor.
Dengan metode IMRT, risiko paparan radiasi pada jaringan sehat bisa ditekan seminimal mungkin. Hal ini meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi efek samping yang biasa dialami pasien kanker selama proses pengobatan.
Dukungan Tenaga Medis Multidisiplin
Rumah sakit yang telah berstatus swasta tipe A sejak Juli 2025 ini melibatkan lebih dari 10 dokter spesialis onkologi dari berbagai subspesialisasi. Kolaborasi multidisiplin tersebut mendukung pelayanan kanker yang komprehensif dari diagnosis hingga terapi lanjutan.
Menurut Direktur Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Yoana Periskila Winarto, status tipe A memperkuat kesiapan fasilitas dalam memberikan standar perawatan onkologi yang mumpuni. Hal ini sejalan dengan Rencana Kanker Nasional yang menekankan pemerataan layanan kanker secara menyeluruh.
Penguatan Sistem Kesehatan Daerah
Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, mengapresiasi kehadiran layanan radioterapi sebagai penguatan sistem layanan kesehatan daerah. Fasilitas ini memberi kesempatan pasien kanker menjalani perawatan di kota sendiri tanpa harus bergantung pada rujukan ke luar wilayah.
Keberadaan layanan lengkap di daerah diharapkan mengurangi beban mobilitas pasien dan keluarganya. Ini sekaligus mendukung efektivitas pengobatan dengan menghindari keterlambatan terapi akibat antrean di fasilitas kesehatan pusat.
Kualitas dan Standar Internasional
Primaya Hospital Group sudah meraih akreditasi Joint Commission International (JCI) sejak 2014, sebagai bukti komitmen menghadirkan layanan kesehatan berstandar global. Pengembangan Cancer Center terintegrasi menjadi fokus jangka panjang perusahaan.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, menyatakan komitmen untuk menghadirkan layanan onkologi yang modern dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, layanan radioterapi presisi tinggi ini mendukung percepatan penanganan kanker di tingkat lokal.
Manfaat bagi Pasien dan Masyarakat
Dengan fasilitas radioterapi terbaru, pasien kanker tidak perlu melakukan perjalanan jauh ke ibu kota. Akses yang lebih mudah memungkinkan terapi dapat dijalankan secara berkelanjutan, sehingga meningkatkan peluang kesembuhan dan kualitas hidup pasien.
Selain itu, fasilitas ini turut mendukung upaya pemerataan layanan kesehatan yang menjadi tantangan di Indonesia. Penyediaan teknologi canggih di wilayah penyangga kota berkontribusi mengurangi kesenjangan kualitas layanan kanker antara pusat dan daerah.
Panduan Singkat untuk Mengakses Layanan Radioterapi di Primaya Hospital Bekasi Barat
- Pasien melakukan konsultasi awal dengan dokter spesialis onkologi di Primaya Hospital Bekasi Barat.
- Dokter menentukan indikasi terapi radioterapi berdasarkan diagnosis.
- Proses perencanaan terapi dilakukan dengan teknologi canggih untuk memastikan presisi.
- Terapi radioterapi dijalankan menggunakan mesin linear accelerator dengan pengawasan ketat.
- Pasien menjalani evaluasi berkala untuk menilai respons terapi dan mengatur rencana selanjutnya.
Layanan radioterapi presisi tinggi di Primaya Hospital Bekasi Barat menjadi solusi nyata dalam memperbaiki akses layanan kanker di Indonesia. Hal ini mendorong perawatan yang lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat yang membutuhkan.
