
Pada Selasa, 6 Oktober 2025, Fiona Handayani, Staf Khusus mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim, memenuhi panggilan dari penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan chromebook di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbudristek) untuk periode 2019-2022.
Fiona tiba di gedung Kejagung pada pukul 09.30 WIB dengan didampingi oleh beberapa pengacaranya. Meskipun sejumlah awak media menunggu di lokasi, Fiona tidak memberikan komentar apapun mengenai pemeriksaannya. Dengan mengenakan kemeja berlengan panjang dan membawa tas, ia tersenyum dan langsung masuk ke dalam gedung untuk menjalani proses pemeriksaan tersebut.
Pemanggilan Fiona Handayani merupakan salah satu langkah dari Kejagung dalam menyelidiki lebih lanjut tentang dugaan korupsi yang sudah mengemuka. Selain Fiona, penyidik juga mempertimbangkan untuk memanggil beberapa staf lainnya dari Nadiem Makarim yang memiliki keterkaitan dengan kasus ini. Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik dari Jampidsus Kejagung untuk mendalami peran dan keterlibatan masing-masing saksi dalam kasus tersebut.
Isu dugaan korupsi pengadaan chromebook ini memang telah mencuat sebelumnya dan menjadi sorotan publik. Sebagian kalangan berharap agar penyidikan ini berjalan transparan dan dapat mengungkap fakta-fakta di balik pengadaan yang diduga melibatkan oknum di level tinggi. Hal ini tentunya penting untuk menjaga integritas di sektor pendidikan yang sangat krusial bagi masa depan generasi muda Indonesia.
Fiona Handayani, sebagai salah satu orang dekat Nadiem Makarim selama menjabat, tentu memiliki informasi yang diharapkan oleh penyidik untuk melengkapi proses investigasi ini. Keterlibatannya dalam pemeriksaan diharapkan dapat memberikan titik terang mengenai berbagai kebijakan yang ditetapkan selama kepemimpinan Nadiem.
Dalam konteks yang lebih luas, kasus korupsi di sektor pendidikan bukanlah hal baru di Indonesia. Kasus-kasus semacam ini sering kali mengundang perhatian publik, terutama mengingat pendidikan merupakan salah satu sektor yang vital bagi pembangunan bangsa. Kejagung diharapkan dapat bersikap tegas dalam menangani kasus ini agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan pemerintah tetap terjaga.
Sementara itu, pengawalan media terhadap proses pemeriksaan ini juga menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa tidak ada penyimpangan yang terjadi selama penyidikan berlangsung. Dengan banyaknya saksi yang dipanggil, proses ini diyakini akan berlangsung panjang dan melibatkan banyak pihak.
Dalam waktu dekat, diharapkan pernyataan resmi dari Kejagung mengenai hasil dari pemeriksaan Fiona Handayani, dan bagaimana langkah selanjutnya yang akan diambil dalam penyidikan ini. Publik memperhatikan secara seksama, berharap agar setiap pihak yang terlibat bertanggung jawab sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan penting tidak hanya dalam kerangka penegakan hukum, tetapi juga dalam mengupayakan perbaikan sistem pendidikan. Banyak pihak yang berharap agar insiden seperti ini tidak terulang dan sistem pengadaan di sektor publik dapat ditingkatkan. Sehingga ke depan, program-program pendidikan, termasuk pengadaan alat-alat pendidikan seperti chromebook, berjalan tanpa ada indikasi praktik korupsi.
Sementara itu, perjalanan Fiona Handayani sebagai saksi ini berlanjut, dan semua mata kini tertuju padanya serta perkembangan berikutnya dari Kejagung, yang diharapkan dapat membuka tabir misteri mengenai dugaan korupsi yang merugikan masyarakat tersebut.





