Potensi produksi padi di Jawa Timur untuk periode Januari hingga Juli 2025 diperkirakan hampir mencapai 9 juta ton Gabah Kering Panen (GKP), dengan angka tepatnya 8.784.027 ton GKP. Ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 13,28% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 7.754.335 ton GKP. Hal ini terungkap dari data terbaru yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2 Juni 2025.
Peningkatan produksi beras ini juga tercermin dari data Gabah Kering Giling (GKG) yang naik dari 6.449.378 ton pada 2024 menjadi 7.305.785 ton di tahun 2025. Dengan demikian, produksi beras Jawa Timur diprediksi mencapai 4.218.508 ton, bertambah 494.501 ton atau juga sekitar 13,28% dari tahun lalu.
Optimisme Gubernur Khofifah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan keyakinannya akan keberhasilan provinsinya dalam mencapai kedaulatan pangan nasional. Ia menegaskan bahwa capaian pertanian ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian. “Jawa Timur siap menjadi garda terdepan dalam wujudkan kedaulatan pangan nasional. Produksi padi dan beras yang konsisten tinggi selama lima tahun berturut-turut membuktikan komitmen kita,” ujarnya pada konferensi pers.
Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa kenaikan dalam produksi padi di tahun 2025 juga didukung oleh perluasan lahan pertanian. Luas panen padi di Jatim selama periode yang sama tercatat menjadi 1.299.222 hektar, meningkat 13,4% dari tahun sebelumnya. Dengan kontribusi Jawa Timur yang mencapai 12,10% terhadap sektor pertanian nasional, upaya ini diharapkan dapat berkontribusi pada ketahanan pangan secara lebih luas.
Kontribusi Sektor Pertanian
Sektor pertanian memang menjadi fondasi utama bagi ketahanan ekonomi nasional. Dengan kontribusi lebih dari 12% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, pertanian tidak hanya sekadar penyedia pangan tetapi juga berperan dalam membuka lapangan kerja serta menjaga stabilitas harga. Khofifah menegaskan bahwa capaian ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan kebijakan yang berpihak kepada petani serta penguatan produksi pangan.
Meningkatnya produksi padi dan jagung telah menjadi penyumbang utama keberhasilan sektor pertanian. Pertumbuhan subsektor peternakan juga berkontribusi besar, menampilkan kinerja pertanian yang lebih baik secara keseluruhan.
Potensi Nasional
Secara nasional, produksi padi Jawa Timur tetap menduduki posisi teratas di Indonesia, dengan total 9,28 juta ton GKG pada tahun 2024. Jawa Tengah dan Jawa Barat mengikuti dengan hasil masing-masing 8,89 juta ton dan 8,63 juta ton. Provinsi lainnya, seperti Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan, juga menunjukkan kontribusi yang tidak kalah signifikan.
Dalam rangka mencapai ketahanan pangan nasional, Kolaborasi antara pemerintah provinsi dan petani menjadi kunci utama. Kebijakan yang mendukung penyediaan sarana, prasarana, serta teknologi pertanian mutakhir akan memaksimalkan hasil pertanian.
Masa Depan Pertanian Jatim
Dengan semua data dan upaya yang terus dilakukan, Jawa Timur berpotensi besar untuk terus mendominasi produksi padi di tingkat nasional. Gubernur Khofifah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. "Kami akan terus berupaya maksimal demi memperkuat ketahanan pangan di Indonesia," tutupnya.
Melalui kebijakan yang berpihak pada petani, peningkatan produktivitas, dan inovasi di sektor pertanian, Khofifah percaya bahwa Jatim dapat menjadi barometer keberhasilan pertanian di tingkat nasional.





