Pada Minggu, 15 Juni 2025, Pertamina mengumumkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. Perubahan harga ini berlaku sejak 1 Juni 2025 dan mencakup berbagai jenis BBM, termasuk Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite. Penyesuaian harga ini mengikuti rekomendasi dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengatur formula harga dasar BBM.
Dalam rincian terbaru, harga Pertamax mengalami penurunan sebesar Rp300, dari Rp12.400 per liter menjadi Rp12.100 di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, seperti DKI Jakarta dan sekitarnya. Sementara itu, Pertamax Turbo juga turun Rp250 menjadi Rp13.050 per liter, dan Pertamax Green berkurang Rp350 menjadi Rp12.800 per liter.
BBM jenis Dexlite kini dibanderol Rp12.740 per liter, turun dari sebelumnya Rp13.350. Pertamina Dex mengalami penurunan Rp500, kini menjadi Rp13.200 per liter. Sementara harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Bio Solar tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap dijual dengan harga Rp10.000 per liter dan Bio Solar di Rp6.800 per liter.
Daftar Harga BBM Pertamina per Wilayah
Untuk memberikan gambaran lebih jelas, berikut adalah daftar harga BBM Pertamina pada 15 Juni 2025 menurut wilayah:
-
Aceh
- Pertamax: Rp12.400
- Pertamax Turbo: Rp13.350
- Dexlite: Rp13.020
- Pertamina Dex: Rp13.500
-
Free Trade Zone (FTZ) Sabang
- Pertamax: Rp11.400
- Dexlite: Rp11.920
-
Sumatera Utara, Jambi, dan Sumatera Selatan
- Pertamax: Rp12.400
- Pertamax Turbo: Rp13.350
- Dexlite: Rp13.020
- Pertamina Dex: Rp13.500
-
DKI Jakarta dan sekitarnya
- Pertamax: Rp12.100
- Pertamax Turbo: Rp13.050
- Pertamax Green 95: Rp12.800
- Dexlite: Rp12.740
- Pertamina Dex: Rp13.200
-
Kalimantan Selatan
- Pertamax: Rp12.700
- Pertamax Turbo: Rp13.600
- Dexlite: Rp13.290
- Pertamina Dex: Rp13.800
-
Maluku dan Maluku Utara
- Pertamax: Rp12.400
- Dexlite: Rp13.020
- Papua
- Pertamax: Rp12.400
- Pertamax Turbo: Rp13.350
- Dexlite: Rp13.020
- Pertamina Dex: Rp13.500
Perubahan harga ini merupakan bagian dari strategi Pertamina untuk menyesuaikan harga BBM dengan kondisi ekonomi dan pasokan global. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan akses terhadap BBM dengan harga yang lebih terjangkau, terutama bagi pengguna kendaraan pribadi yang sangat bergantung pada BBM nonsubsidi.
Harga yang bervariasi di masing-masing daerah juga disesuaikan dengan kondisi setempat, termasuk pajak dan biaya transportasi. Hal ini menunjukkan komitmen Pertamina untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen sambil tetap menjaga transparansi dalam penetapan harga.
Di tengah penyesuaian harga ini, masyarakat diharapkan tetap mematuhi aturan penggunaan BBM sesuai jenis kendaraan agar efisiensi dan lingkungan tetap terjaga. Penggunaan BBM yang tepat dan bijak akan mendukung upaya pemerintah untuk meminimalisasi dampak negatif terhadap lingkungan dan menjaga ketersediaan energi di Indonesia.
Dengan kebijakan yang berkelanjutan dan penyesuaian harga yang bijaksana, Pertamina berupaya memberikan solusi bagi semua pihak yang terlibat, dari produsen hingga konsumen, demi keberlangsungan dan kestabilan sektor energi nasional.





