Itama Ranoraya dan Mandaya Royal Hospital Puri Perluas Akses Terapi Apheresis

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) berkolaborasi dengan Mandaya Royal Hospital Puri untuk meluncurkan layanan terapi apheresis di Indonesia. Peluncuran ini dilaksanakan pada 14 Juni 2025 dan bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas perawatan bagi pasien dengan penyakit serius seperti kanker darah dan gangguan autoimun.

Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 peserta, termasuk dokter umum dan spesialis dari berbagai bidang. Tema yang diusung adalah “Discovering Apheresis: A Therapy for Blood Cancers and Neurological Autoimmune Disorders”, di mana para dokter spesialis menyampaikan informasi terkait manfaat dan aplikasi terapi apheresis yang masih tergolong langka di Indonesia.

Pentingnya Terapi Apheresis

Terapi apheresis merupakan metode terapi yang efektif dalam memisahkan komponen darah yang terinfeksi patogen, seperti sel darah merah, sel darah putih, dan plasma. Prosedur ini sangat penting bagi pasien yang menderita leukemia, krisis myasthenia gravis, dan Guillain-Barré syndrome yang bisa berujung pada keadaan gawat darurat. Sayangnya, penyediaan terapi ini di Indonesia belum memadai, disebabkan oleh kurangnya fasilitas dan tenaga ahli terlatih.

IRRA, sebagai perusahaan yang ingin meningkatkan layanan kesehatan di Indonesia, melihat potensi besar dalam kerja sama ini. Heru Firdausi Syarif, Direktur Utama IRRA, menegaskan bahwa terapi apheresis harus dapat diakses oleh semua pasien yang membutuhkannya. "Kami ingin memastikan teknologi apheresis tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Keunggulan Mandaya Royal Hospital Puri

Mandaya Royal Hospital Puri dikenal sebagai lembaga kesehatan yang unggul dalam penanganan penyakit darah dan kondisi neuromuskular. Kerja sama dengan IRRA memungkinkan rumah sakit ini untuk melengkapi layanannya dengan teknologi apheresis yang canggih, yang dirancang untuk memberikan perawatan yang lebih presisi dan aman. Dr. Ben Widaja, Presiden Direktur Mandaya Hospital Grup, menyatakan harapannya bahwa dengan hadirnya apheresis, pasien tidak lagi kesulitan mengakses perawatan yang selama ini langka.

Sebelumnya, Mandaya sudah memiliki peralatan medis canggih seperti Digital PET Scan dan Radioterapi yang membantu dalam diagnosis dan perawatan penyakit berat lainnya. Kini, kehadiran perangkat apheresis diharapkan dapat lebih memperluas kapasitas Mandaya dalam memberikan perawatan terbaik.

Visi Jangka Panjang

Heru Firdausi Syarif juga menjelaskan bahwa IRRA memiliki visi yang lebih luas. Mereka ingin menjadi bagian dari transformasi kesehatan di Indonesia, tidak hanya dengan menyediakan alat, tetapi juga dengan edukasi dan pelatihan untuk tenaga medis. "Infrastruktur kesehatan di Indonesia tengah berkembang pesat, dan kami ingin berkontribusi dalam merealisasikan akses yang lebih baik terhadap layanan medis," tambahnya.

Dengan hadirnya layanan apheresis di Mandaya, diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien di seluruh Indonesia, khususnya untuk penyakit darah dan neurologis kronis. IRRA juga berencana untuk menjalin kerja sama serupa dengan rumah sakit lain, sehingga jangkauan layanan ini semakin luas.

Dorongan untuk Masa Depan Kesehatan

Melihat potensi terapi apheresis, IRRA dan Mandaya berkomitmen agar terapi ini menjadi bagian dari standar perawatan medis untuk penyakit berat di Indonesia. Heru menutup pernyataannya dengan harapan bahwa dengan kolaborasi yang baik antara sektor-sektor terkait, banyak nyawa bisa diselamatkan melalui teknologi yang tepat. Melalui inisiatif ini, masa depan layanan kesehatan di Indonesia diharapkan akan semakin cerah dan mampu bersaing dengan negara lain.

Berita Terkait

Back to top button