Menteri Koperasi dan UKM, Budi Arie Setiadi, baru-baru ini meresmikan tiga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Resmi dibentuk di Balai Kalurahan Tamanmartani, acara ini menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendekatkan perekonomian kepada masyarakat desa melalui koperasi.
Pengembangan koperasi di Sleman menunjukkan prestasi signifikan. Berdasarkan data hingga 15 Juni 2025, sebanyak 404 koperasi telah memiliki badan hukum, dan 390 koperasi terdata dalam sistem online yang dikelola Kementerian Koperasi. Angka ini menjadikan DIY sebagai daerah dengan capaian tertinggi dalam pembentukan koperasi di Indonesia. Menteri Budi Arie menyatakan, "Kami berharap sebelum akhir Juni 2025, semua koperasi sudah terbentuk 100%."
Koperasi Merah Putih sebagai Solusi Ekonomi Desa
Menteri Budi Arie menekankan pentingnya koperasi sebagai jembatan dalam memperkenalkan teknologi digital dan akses modal ke masyarakat desa. Kehadiran koperasi diharapkan dapat meningkatkan kewirausahaan, mengurangi ketergantungan pada pihak luar, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. "Koperasi adalah pendorong utama dalam memperkuat ekonomi masyarakat melalui usaha bersama," tuturnya.
Langkah pertama dalam pembangunan Kopdes Merah Putih dimulai dengan pembentukan badan hukum, di mana tahap berikutnya adalah operasionalisasi dan pengembangan secara berkelanjutan. Untuk itu, identifikasi potensi usaha di desa menjadi krusial. Menurut Budi Arie, usaha yang bisa dikembangkan mencakup sektor pertanian, UMKM, perdagangan, dan jasa lainnya. Ia mendorong pengelolaan usaha menggunakan model bisnis yang tepat serta membutuhkan pendampingan yang komprehensif.
Dukungan dari Pemprov dan Kementerian
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, memberikan dukungannya kepada Koperasi Merah Putih, sejalan dengan program "Lumbung Mataram" yang bertujuan untuk meningkatkan penghasilan warga. Ia menyatakan, "Kita harus membangun jaringan usaha bersama antara Lumbung Mataram dan Kopdes Merah Putih."
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyatakan bahwa seluruh kelurahan di Sleman telah melakukan musyawarah untuk membentuk koperasi. "Kami telah menerbitkan surat edaran mengenai percepatan pembentukan Koperasi Kalurahan Merah Putih," katanya.
Koperasi yang Sudah Terbentuk
Tiga kelurahan yang telah berhasil membentuk Koperasi Merah Putih adalah Kalurahan Sinduadi, Sidomulyo, dan Jogotirto. Sinduadi memilih untuk mengembangkan koperasi simpan pinjam yang sudah ada, sementara Sidomulyo berfokus pada pengembangan koperasi Gapoktan. Jogotirto juga melanjutkan pengembangan KSP Kalurahan yang telah berjalan. "Hasil musyawarah menunjukkan bahwa 83 kelurahan memilih untuk membentuk koperasi baru, sementara tiga lainnya mengembangkan koperasi yang telah ada," ungkap Danang.
Harapan ke Depan
Budi Arie menekankan pentingnya penguatan koperasi untuk memerangi praktik tengkulak dan rentenir di desa. "Koperasi harus memiliki akses yang memadai terhadap modal, truk, dan gudang untuk menghindari praktik ini," tegasnya.
Pembangunan koperasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. Melalui langkah-langkah strategis dan dukungan dari pemerintah, diharapkan Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak bagi ekonomi lokal yang berdaya saing.
Dengan adanya kemitraan antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan Koperasi Merah Putih mampu menciptakan kesempatan usaha yang lebih luas dan dapat memberikan kesejahteraan bagi semua anggota. Koperasi ini diharapkan bukan hanya sekadar lembaga, tetapi juga menjadi backbone ekonomi bagi warga desa.





