Jemaah haji Indonesia yang baru kembali dari Tanah Suci diingatkan untuk tetap waspada terhadap gejala Covid-19 dan menjaga kesehatan mereka. Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, menyatakan bahwa penting bagi jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pasca-haji, guna mencegah penyebaran virus dan komplikasi kesehatan lainnya.
Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi, dengan suhu udara di Makkah mencapai 45 derajat Celsius dan Madinah mencapai 47 derajat Celsius, juga berpotensi memicu masalah kesehatan. Kelembapan rendah di bawah 15 persen dapat memperparah kondisi kesehatan yang sudah ada. Imran menekankan bahwa jemaah diharapkan ketika pulang, agar memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika merasakan demam, batuk, pilek, atau sesak napas dalam waktu kurang dari 14 hari setelah kembali.
Pentingnya komunikasi dengan petugas kesehatan tidak bisa diremehkan. Jemaah yang mengalami gejala diimbau untuk menyampaikan riwayat perjalanan mereka agar mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan adanya peningkatan kasus Covid-19 di beberapa negara, termasuk Indonesia, kewaspadaan ini menjadi semakin penting.
Imran menyampaikan bahwa pada minggu ke-23 tahun 2025, terdapat 178 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia. Dalam keadaan seperti ini, disiplin untuk menggunakan masker, mencuci tangan, dan melaporkan riwayat perjalanan sangat diperlukan bagi jemaah yang merasa tidak sehat. Di sisi lain, cuaca panas selama pelaksanaan ibadah haji juga dapat memicu masalah kesehatan seperti dehidrasi dan kelelahan.
Dari data yang ada, tercatat hingga hari ke-44 pelaksanaan ibadah haji, sebanyak 72 ribu jemaah mengalami rawat jalan, dengan kasus yang paling umum adalah infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), hipertensi, dan diabetes. Imran menambahkan, dari jumlah tersebut, 238 jemaah dirawat di rumah sakit, di mana pneumonia, diabetes dengan komplikasi, dan penyakit jantung koroner menjadi penyakit terbanyak yang diderita.
Untuk menjaga kesehatan, para jemaah disarankan untuk cukup beristirahat dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas fisik yang berat. Imran meminta jemaah untuk menghindari kegiatan di luar pada waktu terik antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB. Jika harus berada di luar, penggunaan payung, semprotan wajah, dan membawa air minum adalah langkah pencegahan yang dianjurkan.
Bagi jemaah lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, lebih baik mengikuti ibadah yang tidak terlalu menguras fisik, seperti bersedekah, berzikir, dan membaca Al-Qur’an. Juga disarankan untuk memiliki jadwal konsultasi kesehatan secara rutin minimal seminggu sekali serta mematuhi dosis obat yang dianjurkan.
Melihat betapa pentingnya langkah-langkah pencegahan ini, diharapkan jemaah haji dapat pulang dengan kondisi sehat. Dalam situasi pandemi, kesadaran akan kesehatan individu dan kolektif sangat penting. Melalui langkah-langkah ini, diharapkan tidak ada peningkatan lagi dalam jumlah kasus Covid-19 yang berpangkal dari jemaah haji.





