Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja Madinah siap menyambut kedatangan jemaah haji gelombang II dari Makkah, yang akan berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025. Sebanyak 99.340 jemaah akan tiba di Madinah dengan 259 kloter, dan mereka akan tinggal di kota suci tersebut sebelum melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia. Persiapan matang telah dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran proses ibadah haji mereka.
Kepala Daker Madinah, Mihammad Luthfi Makki, mengungkapkan bahwa seluruh sistem layanan yang diperlukan, mulai dari akomodasi hotel, konsumsi, hingga transportasi, telah disusun dengan baik. “Alhamdulillah, hotel sudah bisa diinput untuk jemaah,” katanya saat rapat koordinasi dan konsolidasi. Sistem pelayanan di Madinah akan tetap berbasis kloter, di mana setiap kloter akan tinggal di satu hotel yang sama. Strategi ini diharapkan akan mempermudah koordinasi dan distribusi layanan bagi jemaah.
Makki menekankan pentingnya soliditas tim dalam menjalankan tugasnya. Ia meminta agar akomodasi hotel siap, konsumsi tidak terlambat, dan transportasi bus sesuai kontrak. “Jangan sampai ada jemaah yang tertinggal,” tegasnya. Ia juga menjelaskan bahwa untuk keperluan ibadah, seperti ziarah ke Raudhah, tidak akan dipungut biaya. Ini bertujuan untuk mendukung kenyamanan jemaah dalam menjalani proses ibadah di Madinah.
Persiapan jelang kepulangan jemaah juga menjadi perhatian PPIH. Petugas sektor akan diberikan tugas tambahan untuk mengatur koper-koper jemaah dua hari sebelum waktu kepulangan. Proses ini mencakup penimbangan dan pengelompokan koper, sehingga dapat menghindari penumpukan dan kesalahan dalam pengiriman barang. “Kami pastikan seluruh layanan kepada jemaah berjalan baik, mulai dari kedatangan, selama di Madinah, hingga kepulangan nanti,” ucap Makki.
Kedatangan jemaah haji gelombang II ini merupakan lanjutan setelah puncak ibadah haji yang telah mereka laksanakan di Makkah. Termasuk dalam tahap kedatangan ini, delapan belas kloter pertama akan tiba pada hari pertama, sebagaimana direncanakan. Hal ini adalah langkah penting dalam rangkaian penyelenggaraan ibadah haji yang penuh makna.
Dalam situasi yang semakin kompleks, petugas juga diharapkan selalu bersiaga untuk menjaga kesehatan jemaah. Penanganan masalah kesehatan menjadi prioritas utama, agar jemaah bisa menjalani ibadah dengan lancar dan tanpa kendala. Keberadaan petugas kesehatan di setiap kloter diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh jemaah.
Dengan kesiapan yang sudah matang, PPIH Madinah optimis dapat memberikan layanan terbaik untuk jemaah haji Indonesia. Ini merupakan kesempatan penting tidak hanya bagi jemaah, tetapi juga bagi negara dalam menunjukkan kemampuan dalam menyelenggarakan ibadah haji secara terencana dan efektif.
Sebagai bagian dari persiapan ini, jemaah dihimbau untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dan menjaga keselarasan selama berada di Madinah. Disiplin dan kepatuhan dalam menjalani tahapan ibadah akan sangat mendukung kelancaran seluruh rangkaian aktivitas haji.
Menyusul kedatangan jemaah gelombang II, PPIH Madinah akan terus memantau dan mengevaluasi semua layanan dan sistem yang telah diterapkan, demi perbaikan di masa depan. Sementara itu, para jemaah dapat memanfaatkan waktu yang ada untuk menyiapkan diri secara mental dan fisik sebelum menghadapi hari-hari penuh hikmah di Madinah.





