
Program Indonesia Pintar (PIP) terus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu meringankan biaya pendidikan bagi siswa berhak di Indonesia. Pada Juni 2025, penyaluran dana PIP tahap kedua sudah mulai dilakukan. Bagi para siswa maupun wali murid yang ingin mengetahui status penerimaan dan pencairan PIP, kini dapat dengan mudah dilakukan hanya melalui ponsel. Berikut panduan lengkap cek PIP dari HP untuk pencairan periode Juni 2025.
Tentang Program Indonesia Pintar (PIP)
PIP merupakan bantuan dana pendidikan yang ditujukan untuk siswa dari keluarga miskin atau rentan miskin, anak yatim/piatu, korban bencana atau anak dengan orang tua yang terkena PHK, serta siswa yang berpotensi putus sekolah karena kendala ekonomi. Program ini bertujuan memastikan anak-anak Indonesia tetap bersekolah hingga jenjang menengah.
Besaran Bantuan PIP Tahun 2025
Bantuan PIP disesuaikan dengan jenjang dan kelas siswa, dengan rincian sebagai berikut:
-
Jenjang SD/SDLB/Paket A
- Kelas 1 dan 6: Rp225.000 per tahun
- Kelas 2 hingga 5: Rp450.000 per tahun
-
Jenjang SMP/SMPLB/Paket B
- Kelas 7 dan 9: Rp375.000 per tahun
- Kelas 8: Rp750.000 per tahun
-
Jenjang SMA/SMK/SMALB/Paket C
- Kelas 10 dan 12: Rp500.000 per tahun
- Kelas 11: Rp1.000.000 per tahun
- Jenjang SMK 4 Tahun
- Kelas 13: Rp500.000 per tahun
- Kelas 10 hingga 12: Rp1.000.000 per tahun
Jadwal Pencairan Dana PIP 2025
Penyaluran dana PIP tahun ini dibagi menjadi tiga termin, antara lain:
- Termin 1: Februari – April 2025, khusus untuk siswa akhir dan penerima KIP
- Termin 2: Mei – September 2025, mencakup pencairan pada Juni 2025
- Termin 3: Oktober – Desember 2025, untuk penerima baru atau tambahan
Cara Mudah Cek PIP Juni 2025 dari HP
Untuk mengetahui status apakah Anda termasuk penerima PIP dan pencairan yang sudah dilakukan, cukup ikuti langkah berikut:
- Buka situs resmi PIP di pip.kemendikdasmen.go.id
- Pilih menu “Cari Penerima PIP”
- Masukkan data yang diminta, yaitu:
- NISN (Nomor Induk Siswa Nasional)
- NIK (Nomor Induk Kependudukan)
- Nama ibu kandung
- Jawab captcha matematika yang muncul
- Klik tombol “Cek Penerima PIP”
Hasil pencarian akan menampilkan status sebagai penerima, jumlah dana yang sudah dicairkan, serta status rekening bank yang terdaftar.
Lupa NISN? Begini Cara Cek Online
Jika lupa NISN, masyarakat tetap dapat mengeceknya melalui laman resmi: nisn.data.kemdikbud.go.id. Masukkan data seperti nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, serta nama ibu kandung, kemudian klik “Cari Data” untuk memperoleh NISN.
Panduan Mencairkan Dana PIP 2025
Ketika status penerima sudah aktif dan dana telah dicairkan, pencairan dana bisa dilakukan dengan cara berikut:
- Datangi kantor cabang bank penyalur sesuai jenjang pendidikan:
- BRI untuk siswa SD dan SMP
- BNI atau BSI untuk siswa SMA/SMK
- Siapkan dokumen penting:
- Buku tabungan aktif
- KTP orang tua atau wali
- Kartu Keluarga (KK)
- Surat keterangan dari sekolah
- Proses pencairan dapat dilakukan di teller bank atau ATM jika sudah memiliki kartu debit.
- Untuk siswa SD dan SMP, pencairan wajib didampingi oleh orang tua atau wali.
Kriteria yang Tidak Berhak Menerima PIP
Beberapa kategori siswa tidak berhak menerima dana PIP, antara lain:
- Siswa dari keluarga mampu secara ekonomi
- Tidak terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik)
- Tidak memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
- Sudah tidak aktif bersekolah (drop out)
- Belum mengaktivasi rekening bank
- Sudah menerima beasiswa pendidikan lain dengan tujuan yang sama
Solusi bagi yang Belum Terdaftar Namun Berhak Mendapatkan PIP
Bagi siswa yang merasa berhak memperoleh PIP namun belum terdaftar, dapat melakukan langkah-langkah berikut:
- Minta pihak sekolah untuk mengusulkan data ke Dapodik
- Ajukan ke Dinas Sosial agar datanya masuk ke DTKS
- Pastikan data yang diinput adalah valid dan lengkap
- Membuka rekening bank jika belum memilikinya
Dengan kemudahan akses melalui smartphone, kini pengecekan status bantuan pendidikan dari PIP semakin praktis dan cepat tanpa harus datang langsung ke kantor terkait. Pastikan data yang dimasukkan benar dan rekening bank sudah aktif agar pencairan dana berjalan lancar. Pemerintah mengimbau agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kelangsungan pendidikan anak-anak Indonesia.





