Danar Ilmawan Tingkatkan Latihan Demi Pertahankan Sabuk ISKA dari Rifandi Sinaga

Danar Ilmawan, petarung kickboxing asal Bekasi, sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Rifandi Sinaga di ajang Byon Combat 5 yang akan berlangsung pada 28 Juni mendatang. Laga ini memiliki nilai penting bagi Danar, karena ia harus mempertahankan sabuk ISKA Nasional yang berhasil diraihnya setelah mengalahkan Mitra Waruwu di Byon Madness. Menurut Danar, persaingan kali ini dapat dipastikan akan lebih sulit dibanding saat merebut gelar.

Peningkatan Porsi Latihan

Menjelang pertarungan, Danar mengungkapkan bahwa ia meningkatkan porsi latihannya. Dalam wawancaranya yang berlangsung di RA Training Camp, Pondok Kopi, Jakarta Timur, ia mengatakan, "Persiapan tentunya hampir sama, latihan pagi dan sore. Cuma, durasi latihannya agak ditambahkan karena mempertahankan sabuk lebih berat. Jadi sekarang, porsi latihannya dinaikkan lagi." Ini menunjukkan keseriusannya dalam menjaga dan mempertahankan gelar yang telah diraihnya.

Danar menekankan bahwa dengan meningkatkan durasi dan intensitas latihannya, ia berharap dapat mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi Rifandi. Terlebih lagi, Rifandi merupakan petarung berprestasi yang juga telah mencatatkan prestasi di PON Aceh-Sumut 2024, sehingga segala bentuk persiapan menjadi semakin krusial.

Dukungan dari Penggemar

Dukungan para pencinta olahraga combat pun mengalir deras menjelang pertandingan ini. Walaupun tekanan dari harapan penggemar bisa menjadi bebannya, Danar memilih untuk tidak terlalu memikirkan ekspektasi tersebut. "Saya seberusaha sebisa mungkin untuk tidak membawa beban itu. Saya hanya fokus untuk kerja keras," ujarnya. Ia berkomitmen untuk bekerja keras di atas ring tanpa terbebani oleh hasil akhir pertarungan, menyerahkan semuanya kepada Tuhan.

Pertandingan yang Dinanti-nanti

Sebelumnya, dalam sesi jumpa pers Byon Combat 5, Rifandi Sinaga menegaskan bahwa kemenangan di PON adalah prestasi yang lebih baik dibanding sekadar menjuarai Pra-PON. Menanggapi ini, Danar tidak merasa takut atau meremehkan lawannya. "Cuma, kalau misalkan saya main di PON kita juga enggak ada yang tahu (hasilnya)," tuturnya. Ia menambahkan bahwa setiap petarung memiliki jalannya sendiri untuk mencapai tujuan, dan hasilnya pun baru akan terlihat di dalam ring.

Fokus pada Pembuktian di Atas Ring

Pada akhirnya, Danar menegaskan bahwa semua pernyataan dan debat mengenai prestasi masing-masing petarung tidak ada artinya tanpa aksi nyata di atas ring. "Biar kita lihat nanti pembuktiannya, siapa yang paling terbaik, emas PON atau Pra-PON. Itu terserah," tutup Danar. Pertarungan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga tentang membuktikan siapa yang lebih unggul dalam keahlian dan strategi.

Dengan segala persiapan yang dilakukan, baik dari segi fisik maupun mental, Danar Ilmawan siap untuk menghadapi tantangan berat melawan Rifandi Sinaga di Byon Combat 5. Pertarungan ini menjadi titik penting dalam karier Danar, di mana ia tidak hanya berjuang untuk mempertahankan sabuk ISKA Nasional, tetapi juga untuk membuktikan bahwa ia layak menjadi yang terbaik di arena kickboxing Indonesia.

Berita Terkait

Back to top button