Boca Juniors dan Benfica bertemu dalam laga sengit di Grup C Piala Dunia Antarklub yang diselenggarakan di Stadion Hard Rock, Miami, Amerika Serikat, pada Selasa (17/6) WIB. Pertandingan yang berlangsung keras ini berakhir imbang 2-2 dan diwarnai oleh tiga kartu merah, mencerminkan intensitas permainan yang tinggi.
Benfica memulai laga dengan agresif, menciptakan dua peluang menjanjikan dalam lima menit pertama. Aksi Angel Di Maria dan Renato Sanchez menunjukkan potensi tim Portugal ini. Namun, Boca Juniors yang berhasil membuka skor lebih dahulu pada menit 21 melalui gol Miguel Merentiel, berkat umpan silang dari Lautaro Blanco.
Tak butuh waktu lama bagi Boca untuk menggandakan keunggulan. Pada menit ke-27, Rodrigo Battaglia mencetak gol kedua mereka memanfaatkan situasi sepak pojok dari Ayrton Costa. Gol-gol ini memberi Boca Juniors keunggulan 2-0, dan mereka tampak mengontrol jalannya pertandingan.
Memasuki masa akhir babak pertama, Benfica mendapatkan penalti setelah Nicolas Otamendi dilanggar di kotak terlarang. Namun, situasi ini memicu ketegangan. Pemain cadangan Ander Herrera menerima kartu merah setelah memprotes keputusan wasit yang mengacu pada VAR. Di Maria yang ditunjuk sebagai eksekutor penalti sukses menjalankan tugasnya, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 menjelang jeda.
Di babak kedua, kedua tim gagal menunjukkan ritme permainan yang baik. Intensitas tinggi menyebabkan banyak pelanggaran. Benfica kembali mengalami masalah ketika Andrea Belotti, yang baru saja masuk sebagai pengganti, diganjar kartu merah pada menit ke-70 karena insiden dengan pemain Boca Juniors, Ayrton Costa.
Sebuah momen dramatis hadir di menit ke-84. Ketika Boca Juniors tampak akan merebut kemenangan, Otamendi menjebol gawang mereka dengan sundulan memanfaatkan sepak pojok dari Orkun Kokcu. Gol tersebut mengguncang keseimbangan laga, mengubah skor menjadi 2-2.
Permainan semakin memanas, dan Boca Juniors kembali kehilangan pemain ketika Jorge Figal juga mendapatkan kartu merah akibat pelanggaran keras. Pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2, dan kedua tim harus puas meraih satu poin.
Dengan hasil ini, Boca Juniors dan Benfica terpaksa saling menempel di klasemen Grup C. Keduanya menempati posisi kedua dan ketiga, di belakang Bayern Muenchen yang di hari sebelumnya sukses meraih kemenangan telak 10-0 atas Auckland City FC. Hasil ini tentunya mempengaruhi strategi kedua tim di laga-laga selanjutnya.
Secara keseluruhan, pertandingan ini menampilkan drama yang luar biasa meski diwarnai dengan emosi tinggi dan keputusan-keputusan yang kontroversial dari wasit. Keduanya harus segera mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang akan datang di turnamen ini, mengingat masih ada peluang bagi tim-tim lain untuk bersaing di Grup C. Pengamatan akan performa tim, terutama dalam menjaga disiplin dan mengendalikan emosi, menjadi kunci bagi Boca Juniors dan Benfica dalam melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub.





