Dunia bulu tangkis Indonesia menyambut duet anyar yang bisa menjadi harapan baru di sektor ganda putra. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri resmi berkolaborasi dan bersiap untuk tampil di BWF World Tour 2025, yang akan dimulai pada Juli mendatang. Keduanya berambisi untuk memecahkan kebuntuan gelar ganda putra Indonesia di tingkat internasional.
Kombinasi ini sebenarnya terjadi karena situasi darurat. Fajar biasanya berpasangan dengan Muhammad Rian Ardianto yang kini tengah mengalami masalah pribadi. Di sisi lain, Fikri juga kehilangan rekan duetnya, Daniel Marthin, akibat cedera. Dalam kondisi tersebut, pelatih memutuskan untuk memasangkan Fajar dan Fikri, mengharapkan mereka bisa memberikan performa terbaik.
Meskipun duet ini bersifat sementara, keduanya tampak sangat serius dengan misi yang diemban. Mereka menargetkan gelar juara, mengingat belum ada pasangan ganda putra Indonesia yang berhasil meraih trofi di ajang BWF World Tour 2025. Menurut Fajar, belum ada ganda putra Indonesia yang menjuarai turnamen tahun ini. “Kami ingin memberikan yang terbaik. Target kami jelas, bisa membawa pulang gelar,” jelas Fajar dalam keterangannya di Pelatnas PBSI Cipayung.
Kendati tantangan di depan mata tidaklah mudah, Fajar dan Fikri tetap optimis. Mereka menyadari bahwa kebuntuan gelar yang telah berlangsung cukup lama patut dipecahkan. Fajar menekankan pentingnya optimisme dan kerja keras. “Semoga kami bisa menembus kebuntuan ini. Target harus setinggi langit, jadi kami harus terus optimis,” tegasnya.
Namun, posisi permainan menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh pasangan ini. Fajar dan Fikri sama-sama pemain depan, sehingga penyesuaian dalam bermain sangat diperlukan. “Ada rasa kagok, terutama dalam rotasi di lapangan. Tapi kami masih memiliki waktu satu bulan sebelum Japan Open untuk beradaptasi,” ungkap Fajar tentang proses penyesuaian mereka.
Pelatih pun telah memberikan instruksi agar keduanya dapat menyesuaikan peran di lapangan. Fajar menyatakan bahwa dalam latihan, mereka berusaha bergantian mengambil posisi depan dan belakang. “Kalau biasanya saya dominan 70 persen di depan, dengan Fikri mungkin sekarang sekitar 55 persen saja,” tambahnya.
Fajar/Fikri dijadwalkan untuk mengikuti dua turnamen besar dalam tur Asia, yakni Japan Open pada 15-20 Juli dan China Open pada 22-27 Juli 2025. Kedua turnamen ini menjadi ajang pembuktian bagi mereka untuk bersaing di level tertinggi.
Dengan waktu yang tersisa, fokus utama Fajar dan Fikri adalah meningkatkan fisik sebelum seri turnamen dimulai. “Kami ingin tingkatkan fisik terlebih dahulu, sementara teknik akan difokuskan menjelang pertandingan,” tutup Fajar.
Harapan akan kebangkitan ganda putra Indonesia terletak pada pundak Fajar dan Fikri. Dengan semangat, kerja keras, dan pelatihan yang terarah, mereka diharapkan bisa meraih prestasi yang membanggakan di kancah internasional dan mengakhiri kebuntuan gelar yang telah cukup lama menghantui. Semoga duet ini mampu membawa angin segar dalam perjalanan bulu tangkis Indonesia ke depan.





