Fluminense berhasil meraih kemenangan penting dengan skor 4-2 atas Ulsan HD dalam pertandingan Grup F Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang berlangsung di MetLife Stadium. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisi mereka di puncak klasemen Grup F, tetapi juga mengakhiri perjalanan Ulsan di turnamen. Dua gol yang dicetak Fluminense di penghujung pertandingan menjadi penentu keberhasilan tim asal Brasil ini.
Laga dimulai dengan Fluminense langsung mengancam gawang Ulsan. Dalam waktu kurang dari dua menit, kiper Ulsan, Jo Hyeon-woo, memperlihatkan aksi gemilang dengan melakukan dua penyelamatan krusial. Ia mampu menghalau tembakan voli Paulo Henrique Ganso dan melanjutkannya dengan menepis peluang lain dari sepak pojok. Dominasi Fluminense berlanjut, dan di menit ke-27, Jhon Arias berhasil membuka papan skor dengan tendangan bebas spektakuler yang menghujam pojok atas gawang.
Namun, Ulsan tidak tinggal diam. Meski mereka tertekan sejak awal, tim asal Korea Selatan ini berhasil membalikkan keadaan menjelang turun minum. Dalam sebuah serangan balik cepat, Lee Jin-hyun menyambar bola liar hasil tembakan Um Won-sang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Memasuki waktu tambahan babak pertama, Lee kembali berperan sebagai kreator ketika umpanf nya disundul oleh Um menjadi gol, membawa Ulsan unggul 2-1 saat jeda.
Memasuki babak kedua, Ulsan hampir menambah keunggulan pada menit ke-56, namun peluang emas Um memukul tiang dan melebar. Pelatih Fluminense, Renato Gaucho, mengambil inisiatif dengan melakukan tiga pergantian pemain, memperkenalkan Nonato ke dalam permainan. Keputusan ini terbukti jitu. Hanya tujuh menit setelah masuk, Nonato mencetak gol penyama kedudukan 2-2 dengan tembakan terukur yang mengarah ke sudut gawang.
Situasi pertandingan semakin memanas, dan Fluminense menunjukkan agresivitas lebih. Di menit ke-83, mereka kembali unggul berkat gol dari Juan Pablo Freytes yang berhasil menyambar umpan silang dari Germán Cano. Kemenangan Fluminense semakin dipastikan dengan gol pamungkas Keno di masa tambahan waktu. Dengan sundulan kuat, ia mengubah skor menjadi 4-2 setelah menerima umpan dari Arias.
Kemenangan ini menempatkan Fluminense di posisi teratas Grup F dengan meraih total enam poin. Selain itu, hasil ini juga membuka peluang untuk melanjutkan langkah mereka ke tahap berikutnya dalam turnamen. Di sisi lain, dua kekalahan beruntun membuat Ulsan HD dipastikan tersingkir, menandai akhir perjalanan mereka di Piala Dunia Antarklub tahun ini.
Data statistik mencatat Fluminense melakukan total 15 percobaan, dengan delapan di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Ulsan, meski memiliki beberapa peluang, hanya mampu melakukan sembilan percobaan dengan enam tepat sasaran. Ini menunjukkan dominasi Fluminense selama pertandingan, meskipun Ulsan sempat memberikan perlawanan yang berarti.
Kemenangan ini menjadi momentum positif bagi Fluminense, yang kini optimis menghadapi pertandingan selanjutnya. Mereka akan berusaha mempertahankan performa baik ini di babak knockout yang diharapkan dapat membuka jalan mereka untuk meraih gelar di turnamen bergengsi ini. Dengan kemenangan ini, Fluminense tidak hanya meraih tiga poin penting, tetapi juga menunjukkan daya saing mereka di panggung dunia.
Sementara itu, perjalanan Ulsan HD di Piala Dunia Antarklub 2025 berakhir di putaran grup. Tim besutan pelatih mereka harus berbenah dan memperbaiki performa untuk kompetisi domestik mendatang. Keberhasilan Fluminense dan kegagalan Ulsan menjadi bagian dari drama menarik di dunia sepak bola internasional yang semakin dinamis dan penuh kejutan.





