Duet ganda putra Korea Selatan, Kim Won-ho dan Seo Seung-jae, kembali menunjukkan dominasi mereka sebagai pasangan nomor satu dunia meski menghadapi tantangan cedera. Di Malaysia Open 2026, mereka berhasil mempertahankan gelar di turnamen bergengsi BWF World Tour Super 1000.
Dalam setahun terakhir, hanya beberapa pasangan yang mampu memberikan perlawanan serius pada Kim/Seo. Indonesia dan Malaysia menjadi rival terdekat yang sering mencoba menyingkirkan dominasi mereka di sektor ganda putra. Pasangan ini hanya kalah beberapa kali, termasuk dari tim Indonesia dan Malaysia serta satu kali dari sesama pemain Korea Selatan.
Malaysia menjadi negara pertama yang mampu menggagalkan langkah Kim/Seo pada final India Open 2025 lewat pasangan Goh Sze Fei dan Nur Izzuddin. Indonesia pun tidak tinggal diam dengan nama-nama seperti Muhammad Shohibul Fikri dan Daniel Marthin yang beberapa kali menumbangkan pasangan Korea tersebut, salah satunya adalah semifinal Piala Sudirman.
Puncak persaingan terjadi di China Open 2025 ketika Fikri yang berpasangan dengan Fajar Alfian berhasil mengalahkan Kim/Seo pada babak perempat final. Kekalahan ini mencegah mereka meraih rekor dengan memenangkan semua turnamen Super 1000 dalam satu musim.
Namun, Kim/Seo tidak tinggal diam dan menunjukkan mental juara dengan meraih tiga kemenangan beruntun atas Fajar/Fikri di China Masters, Korea Open, dan French Open. Mereka juga membalas kekalahan dari pasangan Malaysia yang sebelumnya pernah mengalahkan mereka di beberapa turnamen seperti Danish Open dan Singapore Open.
Salah satu tantangan besar yang dilalui Kim/Seo di Malaysia Open 2026 adalah cedera yang dialami Seo Seung-jae pada bahu. Meski menahan sakit mulai dari perempat final hingga final, Seo tetap tampil maksimal dengan dukungan penuh dari Kim Won-ho.
Seo Seung-jae mengungkapkan, “Masih terasa sakit sekarang, tapi syukurlah Won-ho banyak membantu saya.” Pernyataan ini menunjukkan kedalaman kerja sama dan komunikasi yang mereka bangun di lapangan. Mereka terus meningkatkan chemistry lewat komunikasi intens yang membuat sinergi kian kuat.
Kim Won-ho menambahkan bahwa fokus mereka bukan hanya mengejar rekor, tetapi juga menjaga konsistensi dan kondisi fisik agar tetap maksimal sepanjang musim. “Kami ingin tampil maksimal di setiap pertandingan dan menutup tahun tanpa cedera,” ujar Kim.
Dengan status sebagai “monster baru” di bulutangkis ganda putra dunia, duo Kim Won-ho dan Seo Seung-jae masih menjadi mitos yang sulit dikalahkan. Persaingan sengit dengan pasangan Indonesia maupun Malaysia memastikan bahwa mereka terus dihadapkan pada tantangan besar.
Daftar kemenangan Kim Won-ho/Seo Seung-jae dalam beberapa turnamen utama dalam 12 bulan terakhir:
1. Malaysia Open 2025
2. Malaysia Open 2026
3. China Masters – semifinal
4. Korea Open – final
5. French Open – final
6. All England – babak kedua atas Goh Sze Fei/Nur Izzuddin
7. Japan Open – final
Pertarungan antara tiga negara kuat, Korea Selatan, Indonesia, dan Malaysia, menjadikan panggung bulutangkis dunia semakin kompetitif. Kondisi fisik dan strategi komunikasi menjadi faktor penentu utama kemenangan.
Meski menghadapi cedera dan tekanan titel, Kim/Seo membuktikan bahwa mental juara dan kerja sama tim menjadi kunci keunggulan mereka. Ambisi menjaga konsistensi dan kesehatan di masa depan jadi fokus utama demi tetap berada di puncak dunia.
Rivalitas ketat ini tentu menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar bulutangkis di Asia dan dunia. Siapa yang mampu menembus dominasi Kim Won-ho dan Seo Seung-jae akan menjadi pembicaraan hangat di kompetisi mendatang.





