Kemenhan Rusia Rilis Rekaman Serangan Drone Ukraina ke Rumah Presiden Putin: Detik-detik Dramatis

Kementerian Pertahanan Rusia merilis rekaman video yang mengklaim memperlihatkan detik-detik sebuah drone yang berhasil ditembak jatuh ketika berusaha menyerang kediaman Presiden Vladimir Putin. Peristiwa ini kabarnya terjadi pada akhir Desember 2025 di wilayah Novgorod. Video tersebut dirilis sebagai bukti keberhasilan pertahanan udara Rusia sekaligus membantah bantahan pemerintah Ukraina.

Dalam video yang dipublikasikan pada Rabu (31 Desember 2025), Mayor Jenderal Alexander Romanenkov menjelaskan bahwa serangan dilancarkan dengan melibatkan 91 drone jenis Chaklun-V dari wilayah Sumy dan Chernihiv, Ukraina. Drone-drone itu membawa bahan peledak sekitar 6 kilogram yang malangnya tidak berhasil meledak akibat sistem pertahanan Rusia yang efektif.

Romanenkov menegaskan serangan tersebut telah direncanakan dengan matang dengan tujuan memperdaya sistem keamanan di kediaman presiden. Berkat respons cepat pertahanan udara Rusia, tidak ada kerusakan fisik maupun korban jiwa dalam insiden itu. Salah satu bagian video menunjukkan pecahan drone yang diklaim ditemukan di lokasi serangan.

Namun, fakta mengenai target drone itu dan motif pasti serangan belum dijelaskan secara rinci oleh Kementerian Pertahanan Rusia. Hal ini menimbulkan sejumlah pertanyaan dari pihak luar, termasuk komunitas internasional. Reuters melaporkan bahwa mereka belum dapat memverifikasi lokasi maupun tanggal rekaman tersebut secara independen.

Pemerintah Ukraina secara tegas membantah tuduhan ini. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Heorhii Tykhyi, menyebut rekaman yang dirilis Rusia sebagai hal yang menggelikan dan menyatakan tidak ada serangan dari pihaknya ke kediaman Presiden Putin. Mereka menilai Moskow sengaja memproduksi isu ini untuk menunda proses perundingan damai.

Berbagai pejabat Barat juga skeptis terhadap klaim Rusia tentang serangan tersebut. Beberapa diplomat mempertanyakan apakah insiden yang diklaim benar-benar terjadi atau hanya propaganda militer yang bertujuan memperkuat posisi Rusia di kancah internasional. Kasus ini menjadi sorotan dalam dinamika konflik Ukraina-Rusia yang masih berlangsung.

Selain rekaman dari Kemenhan Rusia, video lain yang beredar menampilkan seorang warga desa di wilayah Novgorod, Igor Bolshakov, yang mengaku sempat mendengar suara tembakan rudal pertahanan udara. Saksi ini menjadi pendukung narasi Rusia tentang adanya aktivitas militer di area tersebut.

Dalam konteks ini, beberapa pihak mengkategorikan serangan menggunakan drone sebagai aksi terorisme. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa serangan yang diklaim itu adalah serangan teroris yang menargetkan langsung kediaman presiden. Pernyataan ini menimbulkan ketegangan lebih lanjut antara Moskow dan Kyiv.

Untuk memberikan gambaran jelas, berikut adalah poin penting terkait insiden ini:

1. Rusia merilis video drone dihancurkan di dekat kediaman Putin.
2. Mayor Jenderal Romanenkov menyatakan 91 drone diluncurkan dari wilayah Ukraina.
3. Drone membawa bahan peledak 6 kg yang gagal meledak.
4. Tidak ada korban jiwa atau kerusakan akibat serangan ini.
5. Ukraina membantah seluruh tuduhan Rusia.
6. Pihak internasional masih meragukan keaslian rekaman dan klaim tersebut.
7. Kremlin menyebut insiden sebagai aksi teror.

Perselisihan klaim antara Rusia dan Ukraina mengenai insiden ini berpotensi memperpanjang ketegangan di tengah upaya damai yang tengah berjalan. Meski begitu, bukti konkret dan investigasi independen masih sangat dibutuhkan untuk memastikan kebenaran di balik tuduhan serangan drone ke kediaman Presiden Putin ini.

Situasi ini menjadi contoh terbaru bagaimana teknologi drone semakin dimanfaatkan dalam perang modern dan memicu tantangan baru dalam menjaga keamanan kawasan. Pihak-pihak yang berkepentingan diharapkan terus melakukan dialog terbuka demi meredam eskalasi konflik yang berbahaya.

Exit mobile version